NewsTicker

Ditengah Kelaparan di Yaman, Saudi Negara Paling Banyak Buang Makanan di Dunia

#Yaman

Ditengah Kelaparan di Yaman, Saudi Negara Paling Banyak Buang Makanan di Dunia Bendera Saudi

London  Ketika satu miliar orang di seluruh dunia menghadapi krisis besar penyediaan makanan dan menderita kelaparan, sebuah statistik baru yang diterbitkan oleh The Economist, mengungkapkan bahwa 25 negara paling banyak membuang makanan di dunia, seperti dilansir almaalomah.com (17/12/2019).

Statistik, yang dilakukan oleh The Economist, mencakup 25 negara, mewakili dua pertiga dari populasi dunia, dan 87 persen dari PDB global.

Baca: VIDEO: Tangisan Yatim Halima, Balita Ikon Kekejaman Saudi di Yaman

Arab Saudi berada diurutan pertama dari 25 negara, di mana warga Saudi membuang sekitar 427 kilogram makanan setiap tahun. Sementara UEA berada di peringkat keempat, di mana warganya membuang sekitar 196 kilogram makanan setiap tahun. Di urutan keempat belas ada nama Palestina, di mana warganya membuang sekitar 93 kilogram makanan setiap tahun. Sementara Mesir berada di peringkat keenam belas, di mana warga Mesir membuang sekitar 73 kilogram makanan setiap tahunnya.

Statistik tersebut mengungkapkan tingginya tingkat limbah makanan hingga sekitar 250 kilogram makanan per orang per tahun di negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara secara umum, yang dapat menimbulkan dampak ekonomi, sosial dan lingkungannya sangat “mengerikan”.

Baca: Ancaman Houthi ke Koalisi Saudi: Siap Terima Konsekuensi Serius jika Agresi Kejam di Yaman Berlanjut

Dan pemuda Saudi, Meshaal Al-Khuraishi, telah meluncurkan inisiatif untuk menghentikan fenomena sampah dengan merancang hidangan yang membuat makanan tampak lebih besar dari ukuran sebenarnya.

Kelaparan di Yaman

Sebaliknya, di Yaman selama lima tahun agresi dan pengepungan tidak adil yang diberlakukan oleh koalisi pimpinan Saudi-AS, telah menyebabkan runtuhnya sistem kesehatan dan meningkatnya kelaparan mengingat lambatnya organisasi-organisasi internasional dalam merespon bantuan kemanusiaan.

Baca: Yaman: Setiap 10 Menit Balita di Bawah Umur 5 Tahun Mati Karena Kelaparan

250.000 warga Yaman berada di ambang kematian akibat kelaparan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan hal ini pada hari Minggu (27/10).

“Konflik yang sedang berlangsung dan krisis ekonomi yang diakibatkannya adalah faktor kunci di balik kerawanan pangan di Yaman,” kata WHO sebagaimana dikutip MEMO. Organisasi PBB itu menyoroti bahwa konflik Yaman telah menghancurkan beberapa “infrastruktur sipil yang penting” di negara itu, menambahkan bahwa sekitar 20 juta orang Yaman berada dalam kondisi “rawan pangan”.

“Hampir seperempat juta orang berada di ambang kelaparan, jika tidak segera dilakukan intervensi,” ungkap organisasi kemanusiaan ini menekankan.

Meningkatnya harga pangan dan turunnya nilai mata uang negara akibat perang membuat lebih banyak keluarga berisiko kerawanan pangan. Tetapi ancaman lain datang dari pertempuran di sekitar kota pelabuhan utama Hodeida, yang merupakan garis hidup utama bagi hampir dua pertiga penduduk.

Lembaga amal Save the Children sebelumnya telah menyatakan bahwa total 5,2 juta anak-anak sekarang menghadapi kelaparan. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: