NewsTicker

Rusia: Para Kelompok Bersenjata Rencanakan Serangan Besar ke Pasukan Suriah di Idlib

Rusia: Para Kelompok Bersenjata Rencanakan Serangan Besar ke Pasukan Suriah di Idlib Tentara Suriah

Suriah – Kelompok-kelompok bersenjata sedang merencanakan serangan besar-besaran terhadap pasukan Suriah, dimana Rusia telah mengungkap pengerahan milisi teror dan kendaraan lapis baja ke zona de-eskalasi Idlib. Mayor Jenderal Yury Borenkov, kepala pusat rekonsiliasi Suriah di Rusia, mengatakan hal ini dalam sebuah konferensi pers pada hari Selasa (17/12).

“Menurut informasi yang tersedia, para pemimpin kelompok bersenjata itu saat ini sedang merencanakan serangan baru pada posisi pasukan pemerintah Suriah dalam waktu dekat. Intelijen Rusia telah mengidentifikasi pengerahan sekitar 300 anggota ‘Tentara Nasional Suriah’ (SNA/Pemberontak dukungan Turki), 20 truk pickup dengan senjata kaliber besar dan tujuh kendaraan lapis baja dari wilayah Afrin provinsi Aleppo ke zona de-eskalasi Idlib, ”kata Borenkov sebagaimana dikutip Sputnik.

Baca: Teroris Bergerak ke Garis Depan Selatan Idlib untuk Hadapi Tentara Suriah

Pada hari Selasa pagi, milisi Hayat Tahrir al-Sham dan kelompok SNA melancarkan beberapa serangan terhadap posisi Angkatan Bersenjata Suriah di provinsi Idlib.

“Dua tank dan tiga kendaraan tempur infanteri ikut serta dalam serangan itu. Serangan-serangan itu di dahului dengan penembakan besar-besaran terhadap posisi pasukan pemerintah dari berbagai sistem peluncuran roket dan artileri. Semua serangan gerilyawan berhasil dihalau. Dalam peristiwa itu, tiga tentara Suriah tewas dan 20 lainnya luka-luka,” kata Borenkov, seraya menambahkan bahwa dua kendaraan tempur infanteri dan satu tank teroris telah dihancurkan.

Baca: Tentara Suriah Pukul Mundur Serangan Teroris di Timur Idlib

Awal pekan ini, surat kabar Suriah Al-Watan dengan mengutip sumber-sumber, menyebut bahwa tentara Suriah menarik bala bantuan militer ke provinsi barat laut Idlib untuk kemungkinan memulai serangan besar-besaran.

Pekan lalu, kepala delegasi Damaskus pada pembicaraan Astana-14 tentang Suriah, Bashar Al-Jaafari, mengatakan bahwa pemerintah Suriah berkomitmen untuk membebaskan Idlib dari teroris dan pengaruh asing.

Presiden Suriah Bashar Al-Assad mengumumkan pada bulan November bahwa pembebasan Idlib tidak akan memakan banyak waktu, tetapi pertama-tama, pihak berwenang akan berusaha memberi warga sipil kesempatan meninggalkan daerah itu. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: