NewsTicker

2 Tahanan Palestina yang Mogok Makan di Penjara Israel Derita Sakit Parah

ISRAEL – Komite Tahanan Palestina melaporkan bahwa dua tahanan, yang telah melakukan mogok makan di penjara Israel, menghadapi komplikasi serius hingga mengancam keselamatan jiwa mereka, terutama setelah mereka berhenti minum air tiga hari lalu.

Komite tersebut menyatakan bahwa dua tahanan yang bernama Ahmad Zahran dan Mosab al-Hindi itu ditahan di penjara Nitzan al-Ramla, dalam kondisi yang sangat sulit, serta menghadapi pelecehan dan pelanggaran.

Ditambahkan bahwa Ahmad Zahran, 42 tahun, dari desa Deir Abu Mashal di sebelah barat Ramallah, Tepi Barat tengah, telah melakukan mogok makan selama 72 hari berturut-turut.

Baca: Tahanan Yordania yang Mogok Makan di Penjara Israel Dilarikan ke Rumah Sakit

Zahran adalah ayah dari empat anak, ia berulang kali dipenjara oleh Israel, termasuk penculikan terbarunya pada bulan Maret tahun ini.

Komite juga mengatakan bahwa tahanan Mos’ab al-Hindi, 39 tahun, dari Nablus di Tepi Barat utara, ditahan pada 4 September 2019, dan memulai mogok makan 70 hari yang lalu.

Al-Hindi juga adalah mantan tahanan politik, yang sering diculik dan dipenjarakan oleh Israel, dan pernah dikenai total 24 perintah Penahanan Administratif, tanpa dakwaan atau pengadilan.

Kedua tahanan tersebut, keduanya ditahan di bawah perintah Penahanan Administratif sewenang-wenang yang sama, menderita kelelahan konstan, penurunan berat badan yang serius, penglihatan kabur, rasa sakit dan nyeri di seluruh tubuh mereka, di samping rasa sakit yang parah di dada serta jantung, dan tidak bisa berjalan atau berdiri. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: