Asia

Wartawan Turki Ungkap Isu Kamp Penyiksaan di Uighur Adalah Propaganda Teroris

Turki – Seorang wartawan Turki dari saluran pro-pemerintah ATV mengatakan bahwa setelah kunjungan ke Xinjiang, China, ia tahu bahwa isu kamp penyiksaan muslim Uyghur itu tidak lebih dari “propaganda teroris” dan “informasi yang salah” yang disebarkan oleh “kapitalis global dan pasukan imperialis.”

Erdal Kuruçay dari ATV adalah salah satu dari delegasi jurnalis yang dibawa pemerintah China ke Xinjiang bersama jurnalis lain dari Turki, Mesir, Afghanistan, Pakistan, Sri Lanka dan Bangladesh, enam negara pada rute China Belt and Road Initiative, sebuah proyek besar untuk mengembangkan infrastruktur di Asia, Afrika dan Eropa, seperti dilansir SputnikNews.

Baca: Denny Siregar: Isu Uighur Propaganda AS dan Kadrun Indonesia Serang NU-Muhammadiyah

Delegasi tersebut dibawa ke sebuah sekolah, dimana mereka melihat orang-orang Uyghur ini, tanpa paksaan, sedang diajarkan bahasa Mandarin resmi China serta kursus kejuruan lainnya.

Kuruçay menerbitkan di media sosial serangkaian posting yang merinci kesan baiknya setelah perjalanan. “Ketika kami pergi, prasangka kami hancur. Karena selama ini kami membaca media Barat, dan kami bertindak dan mengambil sikap menurut media Barat, tetapi ternyata kami telah berbuat salah, ”kata Kuruçay.

Baca: 22 Negara Desak China Hentikan Pelanggaran ke Muslim Uighur, Tidak Ada Nama Turki-Saudi

Reporter itu kemudian menjelaskan bahwa ia memang telah melihat pusat pendidikan ulang (deradikalisasi) selama perjalanannya, tetapi itu semacam “pusat terapi” bagi para penjahat.

“Orang-orang itu membuat kesalahan, tetapi menyadari kesalahan mereka dan berpaling dari kesalahan itu adalah suatu kebajikan,” kata Kuruçay. “Mereka menerima pendidikan baik dalam kegiatan artistik dan di banyak bidang lainnya,” katanya.

Baca: Dina Sulaeman: Kupas Tuntas Propaganda Berita Miring Uighur

Pemerintah China mengatakan program “pendidikan ulang” itu telah dirancang untuk memerangi separatis dan “kegiatan kriminal teroris yang kejam”. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: