Eropa

Moskow Pastikan Balas Sanksi AS Soal Jalur Pipa Gas Rusia-Jerman

Rusia – Pemerintah Rusia berjanji untuk membalas sanksi AS atas jalur pipa gas Rusia-Jerman yang baru, dimana karena sanksi tersebut pengerjaannya ditangguhkan pada hari Sabtu lalu.

Presiden AS Donald Trump menandatangani undang-undang minggu lalu yang memberikan sanksi terhadap individu dan perusahaan yang terlibat dengan kapal yang meletakkan pipa Nord Stream 2 di bawah Laut Baltik dari Rusia ke Jerman.

Langkah itu mendorong sebuah perusahaan Swiss yang mengoperasikan kapal-kapal peletakan bagian pipa untuk menunda pekerjaan.

Baca: Rusia Kirim Kapal Perang yang Dipersenjatai dengan Rudal Jelajah ke Suriah

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada Hari Senin (23/12) bahwa Moskow akan mengambil langkah-langkah “pembalasan” atas sanksi, yang bagi Rusia tidak dapat diterima itu.

“Bagaimana dan kapan itu akan dilakukan tetap menjadi pertanyaan kepentingan nasional Rusia,” kata Peskov kepada wartawan, Senin, menambahkan bahwa Kremlin masih berharap untuk menyelesaikan Nord Stream 2.

Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov mengulangi sentimen tersebut, mengatakan bahwa Rusia akan menanggapi “tindakan kurang ajar yang benar-benar tidak dapat diterima ini, yang melanggar semua norma hukum internasional dan kesopanan diplomatik dan kemanusiaan” setelah beberapa “analisis yang dingin kepala” dari situasi tersebut.

Baca: Lavrov Ungkap Trump Surati Rusia Minta Dialog

Pada hari yang sama, perdana menteri negara itu, Dmitry Medvedev, mengatakan bahwa ia menugaskan kabinet untuk melihat “kemungkinan pembatasan” yang dapat dikenakan pada AS sebagai balasan atas sanksi.

AS telah menjadi penentang keras pipa itu, yang akan memungkinkan Rusia untuk mengangkut gas alam sekitar 1.200 kilometer (750 mil) langsung ke Eropa, melewati Ukraina. Seiring dengan negara-negara Eropa Timur yang juga menentang proyek tersebut, pemerintah AS berpendapat bahwa itu akan meningkatkan ketergantungan Eropa pada Rusia untuk urusan energi.

Baca: Rusia: Teroris Gunakan Drone untuk Serang Posisi Pasukan Suriah di Idlib

Nord Stream 2 dimiliki oleh Gazprom Rusia, dengan investasi dari beberapa perusahaan Eropa.

Pemerintah Jerman mengatakan bahwa mereka menyesalkan berlakunya undang-undang AS dan menganggap sanksi sebagai gangguan dalam urusan dalam negeri negara itu. Namun, Kanselir Angela Merkel pekan lalu menegaskan bahwa Jerman tidak mempertimbangkan pembalasan terhadap sanksi dan mengatakan bahwa “tidak ada alternatif untuk melakukan pembicaraan.” (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: