NewsTicker

Kesekian Kalinya WikiLeaks Bongkar Kebohongan Laporan OPCW soal Serangan Kimia Douma

Kesekian Kalinya WikiLeaks Bongkar Kebohongan Laporan OPCW soal Serangan Kimia Douma Douma

Suriah – WikiLeaks menerbitkan empat bocoran baru dokumen dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) yang mengungkap bahwa organisasi itu memanipulasi laporan akhir tentang dugaan serangan bahan kimia di Douma, Suriah.

Salah satu dokumen tersebut adalah risalah rapat dari tanggal 6 Juni 2018 di mana empat anggota staf OPCW berdiskusi dengan “tiga ahli toksikologi/klinis, satu ahli kimia bioanalitik dan toksikologi” untuk tujuan “memperoleh pendapat ahli dari ahli toksik forensik” mengenai “Apakah gejala yang diamati pada korban konsisten dengan paparan klorin atau gas klorin reaktif lainnya”.

Baca: WikiLeaks Rilis Bocoran Terbaru Dokumen OPCW tentang Serangan Kimia Douma

Risalah menyatakan bahwa para ahli “meyakinkan dalam pernyataan mereka bahwa tidak ada korelasi antara gejala (yang dialami korban) dengan paparan klorin,” dan bahwa “gejala yang diamati tidak konsisten dengan paparan klorin dan tidak ada kandidat bahan kimia jelas lainnya yang menyebabkan gejala dapat diidentifikasi”.

Dokumen lain adalah pertukaran e-mail tanggal 27 dan 28 Februari, yang mencakup e-mail dari Sebastien Braha, Kepala Kabinet di OPCW, dimana ia menginstruksikan bahwa laporan teknik dari Ian Henderson harus dihapus dari registri yang aman dari organisasi, bersama dengan “semua jejak, jika ada pengiriman/penyimpanan/apapun”.

Baca: WikiLeaks Ungkap Dokumen OPCW Tentang Serangan Kimia Douma-Suriah

Temuan utama Henderson dalam laporan itu adalah bahwa dua silinder yang ditemukan di lokasi dugaan serangan di Douma lebih cenderung ditempatkan secara manual di sana daripada dijatuhkan dari pesawat atau helikopter dari ketinggian yang cukup tinggi. Temuan-temuan ini dihilangkan dari laporan resmi akhir OPCW tentang insiden tersebut.

Baca: Rusia Punya Bukti Kuat Serangan Kimia Douma adalah Operasi Bendera Palsu

Dokumen ketiga adalah salinan pertukaran email OPCW dari 20 hingga 28 Agustus 2018 yang membahas pertemuan tersebut dengan para ahli toksikologi, sedangkan dokumen keempat adalah pertukaran email dari akhir Juli 2018 dimana dinyatakan bahwa delapan inspektur OPCW yang ditugaskan ke Douma selama misi pencarian fakta kecuali satu orang paramedis, harus dikeluarkan dari diskusi tentang proyek ini. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: