NewsTicker

Zarif: Latihan Gabungan Iran, China dan Rusia untuk Amankan Jalur Perairan Penting

Zarif: Latihan Gabungan Iran, China dan Rusia untuk Amankan Jalur Perairan Penting Latihan Gabungan Iran, China dan Rusia

Tehran – Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa latihan angkatan laut gabungan negaranya dengan China dan Rusia di Samudra Hindia dan Laut Oman menegaskan kembali tekad ketiga negara untuk mengamankan saluran air utama itu.

Zarif mengatakan dalam sebuah posting di Twitter resminya bahwa Iran “telah lama menyatakan kesiapan untuk bekerja dengan (negara-negara) tetangga kita untuk mengamankan Teluk Persia.”

Baca: Latihan Gabungan AL Rusia, Iran, China akan Dimulai 27 Desember

Tweet itu muncul pada hari yang sama saat ketiga negara memulai latihan maritim bersama empat hari, yang dijuluki “Sabuk Keamanan Laut,” di area seluas 17.000 kilometer persegi itu. Latihan akan terdiri dari “berbagai latihan taktis,” termasuk target berlatih dan menyelamatkan kapal dari serangan serta insiden, seperti kebakaran.

“Di antara tujuan latihan ini adalah untuk meningkatkan keamanan perdagangan maritim internasional, melawan pembajakan laut dan terorisme, bertukar informasi mengenai operasi penyelamatan dan pengalaman operasional dan taktis,” kata Laksamana Kedua Gholamreza Tahani.

Baca: Iran, Rusia, China segera Gelar Latihan Militer Bersama di Laut Oman, AS Ketar-ketir

Iran mengambil bagian dalam manuver dengan kapal perusak Sahand dan Alborz, kapal perang logistik Kenarak dan Tonb, kapal rudal Neyzeh, dan kapal rumah sakit Nazeri.

Latihan ini dimulai dengan latar belakang upaya Amerika Serikat untuk membentuk koalisi keamanan maritim di dekat perairan Iran, dan serangkaian insiden di selat Hormuz, termasuk serangan terhadap kapal tanker minyak, yang oleh London dan Washington dituduhkan ke Tehran.

Baca: China ke AS: Hentikan Tekanan Maksimum terhadap Iran

Iran secara konsisten membantah keterlibatan dalam masalah ini. Zarif telah menyatakan bahwa latihan itu tidak ditujukan terhadap negara-negara lain, dan juru bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok Wu Qian telah menegaskan bahwa tidak ada hubungan dengan ketegangan baru-baru ini di wilayah tersebut.

Sebelumnya pada bulan September, saat berpidato pada sesi ke 74 Majelis Umum PBB, Presiden Iran Hassan Rouhani mengundang semua negara yang terkena dampak perkembangan di Teluk Persia untuk bergabung dengan inisiatif negara itu membentuk keamanan kawasan strategis, menyebutnya sebagai “Koalisi Harapan (HOPE)”. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: