NewsTicker

Jaafari: Negara Pendukung Terorisme Dorong PBB dengan 6 Cara untuk Fitnah Suriah

Bashar Jaafari: Suriah Takkan Izinkan Turki Caplok Bagian Manapun dari Idlib Perang Suriah

Suriah – Perwakilan Tetap Suriah untuk PBB, Dr. Bashar al-Jaafari, menekankan bahwa negara-negara pendukung terorisme di Suriah mendorong ke arah pembentukan enam mekanisme PBB untuk mengarang tuduhan terhadap Suriah, mencatat bahwa praktik-praktik praktis mengungkapkan bahwa mekanisme ini tidak netral, atau mandiri dan tidak objektif.

Selama sesi Majelis Umum PBB pada hari Sabtu (28/12) mengenai resolusi “anggaran program PBB untuk tahun 2020”, al-Jaafari mengatakan bahwa PBB, yang diwakili oleh badan-badan utama dan komite-komite, telah mengalami ujian berat terkait dengan kredibilitas dan kejujuran, tetapi semuanya gagal karena praktek polarisasi politik dan keuangan yang dipaksakan oleh para pemodal utama organisasi PBB.

Baca: Pasukan Suriah Gagalkan Serangan Teroris di Idlib, 30 Militan Tewas dan Terluka

Jaafari mencatat bahwa PBB, sejak berdirinya, bukan organisasi amal tetapi lembaga politis demi kepentingan yang terkuat. Situasi serius ini membahayakan posisi dan nilainya, serta merusak perdamaian dan keamanan internasional.

Jaafari menekankan bahwa, terlepas dari perang teroris, sistem dan institusi hukum serta hukum nasional Suriah memiliki kapasitas dan kemauan nyata untuk mencapai keadilan, akuntabilitas, dan rekonsiliasi, tetapi tidak demikian dengan entitas abnormal yang menetap di Jenewa untuk mengumpulkan apa yang disebut “bukti” tanpa menghormati standar hukum internasional dan tidak memiliki standar kriminal internasional atau nasional.

Baca: Teroris Berusaha Bom Pangkalan Militer Suriah di Hama

Jaafari mengindikasikan bahwa proses politik di Suriah bergerak maju dengan dukungan PBB melalui misi utusan khusus Sekretaris Jenderal PBB, sebagai fasilitator proses, tetapi masih rapuh dan sulit karena penolakan sejumlah negara  terkenal untuk mencapai kesepakatan dengan mereka sebagai proses penyelesaian Suriah, tanpa campur tangan negatif asing. Ini menimbulkan tantangan bagi PBB dan Sekretaris Jenderal untuk mempertahankan netralitas dan kredibilitas dalam memfasilitasi proses ini dan tanpa menghasilkan tekanan politik dan keuangan.

Jaafari mencontohkan pernyataan yang dibuat oleh mantan Perdana Menteri Qatar Hamad bin Jassim, di mana ia mengatakan bahwa negaranya, Qatar, tidak mengakui klasifikasi PBB  mengenai “Jabhat al-Nusra” sebagai entitas teroris, dan ia mengakui bahwa Qatar telah menghabiskan lebih dari 137 miliar dolar bersama dengan pemerintah lain, termasuk Amerika Serikat, dan rezim Saudi dan Turki untuk menggulingkan pemerintah yang sah di Suriah, menambahkan bahwa rezim Turki dan Qatar adalah pendukung utama organisasi teroris Jabhat al-Nusra di Suriah.

Baca: Putin Gelar Rapat Khusus Bahas Suriah dan Libya

Jaafari menggarisbawahi bahwa AS adalah pendudukan militer dan kekuatan agresi di Suriah, dan secara terbuka menyatakan bahwa mereka akan terus menjarah sumber daya alam negara itu. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: