Internasional

AS Serang Pangkalan Militer Hashd al-Shaabi di Anbar

IRAK – Unit Mobilisasi Populer Irak (PMU), yang dikenal dengan nama Arab Hashd al-Sha’abi, mengatakan bahwa pasukan AS di negara itu telah melakukan serangan udara ke sejumlah fasilitas mereka di provinsi Anbar barat, dan menewaskan beberapa orang.

Menurut laporan awal, lima fasilitas yang dijalankan oleh pasukan PMU Irak di provinsi Anbar dan Suriah yang berdekatan menjadi sasaran dalam serangan pada hari Minggu (29/12) yang telah menimbulkan korban itu, termasuk belasan orang tewas dengan sejumlah orang terluka.

Reuters mengutip PMU dan sumber-sumber militer Irak lainnya yang mengatakan bahwa beberapa para pejuang Irak tewas dalam serangan udara di markas mereka di dekat distrik Qaim barat di provinsi Anbar Irak dekat perbatasan dengan Suriah.

BacaRudal AS Serang Panglima Hasdh Al-Shaabi dan PM Irak di Bandara Tal Afar

Laporan itu menambahkan bahwa serangan itu kemungkinan dilakukan oleh drone-drone dan ambulans terlihat menuju ke daerah tersebut.

Serangan itu terjadi setelah pejabat Amerika mengatakan pada hari Jumat bahwa “kontraktor sipil AS” telah tewas dalam apa yang mereka sebut sebagai serangan roket yang menargetkan pangkalan militer Irak yang menampung pasukan AS dan Irak di utara negara Arab tersebut.

Laporan Reuters yang mengutip koalisi militer yang dipimpin AS, yang telah ditempatkan di Irak dengan dalih memerangi kelompok teror Takfiri di Daesh Beberapa anggota layanan AS dan personel Irak juga terluka dalam insiden yang dilaporkan itu.

Tak lama setelah serangan itu, Departemen Pertahanan AS, Pentagon, mengeluarkan pernyataan yang mengumumkan bahwa mereka telah melakukan apa yang disebutnya “serangan defensif” di Irak dan Suriah terhadap fasilitas PMU.

Pentagon menambahkan bahwa pihaknya menargetkan tiga lokasi pejuang Irak di Irak dan dua di Suriah.

Pentagon mengatakan serangan itu menargetkan fasilitas penyimpanan senjata dan lokasi kontrol komando, mengklaim bahwa pemboman itu sebagai tanggapan terhadap serangan yang menargetkan pasukan Amerika di Irak.

BacaAnalis: Amerika Gunakan Isu ‘Genosida’ untuk Hancurkan Musuhnya

Pejuang Hashd al-Sha’abi memainkan peran utama dalam pembebasan daerah-daerah yang dikuasai Daesh di selatan, timur laut dan utara ibukota Irak, Baghdad, setelah para teroris melancarkan serangan di negara itu, menguasai sejumlah besar wilayah dalam serangan kilat.

Pada November 2016, parlemen Irak memilih untuk mengintegrasikan Hashd al-Sha’abi, yang dibentuk tak lama setelah munculnya Daesh, ke dalam militer. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: