IRGC: Hasdh al-Shaabi Berhak untuk Balas Serangan AS

Tehran – Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran mengutuk keras agresi militer AS terhadap Unit Mobilisasi Populer (PMU) Irak, yang dikenal dengan Hashd al-Shaabi, dan menyatakan bahwa Irak berhak untuk membalas “kejahatan” seeprti itu.

PMU pada hari Minggu mengkonfirmasi bahwa pasukan AS di Irak telah melakukan serangan udara pada sejumlah fasilitasnya di barat provinsi Anbar, yang menewaskan hampir 30 orang dan melukai lebih dari 50 lainnya.

BacaUlama Tertinggi Irak Kecam Serangan Udara AS ke Pangkalan Hashd Al-Shaabi

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, IRGC mengatakan, “Serangan udara oleh teroris Amerika di pangkalan Hashd al-Shaabi … merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan nasional negara (Irak) dan sekali lagi menunjukkan bahwa AS adalah faktor utama di balik rasa tidak aman, kekacauan, ketegangan dan perang di wilayah ini.”

IRGC menekankan bahwa tidak ada “negara yang berdaulat dan merdeka” yang akan mentolerir para pemudanya menjadi sasaran kejahatan dan agresi pasukan asing, dan menambahkan, “Secara alami, orang-orang pemberani dan Hashd al-Shaabi yang heroik berhak untuk membalas dan memberikan respons keras terhadap kejahatan besar Amerika, sesuai hukum dan konvensi internasional.”

BacaSuriah Kecam Serangan Amerika ke Pangkalan Hashd Al-Shaabi

Serangan AS terjadi setelah para pejabat Amerika mengatakan pada hari Jumat bahwa “kontraktor sipil AS” tewas dalamserangan roket yang menargetkan pangkalan militer Irak yang menampung pasukan AS di utara Irak.

Beberapa anggota layanan AS dan personel Irak juga terluka dalam insiden yang dilaporkan itu, Reuters menambahkan, mengutip koalisi militer yang dipimpin AS, yang telah ditempatkan di Irak dengan dalih memerangi kelompok teroris Daesh.

Baca: AS Serang Pangkalan Militer Hashd al-Shaabi di Anbar

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi mengatakan pada hari Senin bahwa serangan udara AS yang menargetkan pasukan yang telah membantu mengalahkan Daesh di Irak adalah “contoh nyata terorisme.”

“Serangan-serangan ini sekali lagi membuktikan klaim palsu Amerika dalam memerangi kelompok teroris Takfiri atau ISIS karena Amerika Serikat telah menargetkan posisi pasukan yang selama bertahun-tahun telah menghancurkan kekhilafahan ISIS,” kata Mousavi. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: