Internasional

Ulama Tertinggi Irak Kecam Serangan Udara AS ke Pangkalan Hashd Al-Shaabi

Irak – Ulama terkemuka di Irak, Ayatollah Ali al-Sistani, dengan keras mengutuk serangan udara AS baru-baru ini di beberapa pangkalan di Unit Mobilisasi Populer Irak (PMU/Hashd al-Shaabi), dimana puluhan pejuang tewas.

“Otoritas agama tertinggi mengutuk agresi kriminal yang menargetkan sejumlah pasukan resmi Irak dan mengakibatkan banyak orang mati syahid,” bunyi pernyataan kantor Ayatollah Sistani dalam sebuah pernyataan pada hari Senin.

Baca: Suriah Kecam Serangan Amerika ke Pangkalan Hashd Al-Shaabi

Ia menambahkan bahwa “praktik ilegal yang dilakukan oleh beberapa pihak” tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk melanggar kedaulatan Irak.

Pernyataan itu diumumkan hanya sehari setelah pasukan AS melakukan serangan udara di sejumlah pangkalan Kata’ib Hizbullah di provinsi barat Anbar.

Agresi udara itu menewaskan sedikitnya 27 orang dan melukai 51 lainnya, menurut angka terbaru yang dikeluarkan pada hari Senin oleh PMU, yang umumnya dikenal dengan nama Arabnya Hashd al-Shaabi. Pasukan Kata’ib Hizbullah yang ditargetkan adalah pasukan dari Brigade 45 dan 46 dari PMU.

Baca: Kata’ib Hizbullah Irak Bersumpah Akan Balas Agresi AS

Pentagon mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Minggu malam bahwa serangan itu menargetkan fasilitas penyimpanan senjata dan lokasi kontrol komando, mengklaim bahwa pemboman itu sebagai tanggapan terhadap serangan yang menargetkan pasukan Amerika di Irak.

“Otoritas Irak sendiri berhak untuk menangani praktik-praktik ini dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegahnya,” tambah pernyataan itu, mendesak pemerintah melakukan tindakan untuk memastikan Irak tidak menjadi tempat konflik regional dan internasional dan bahwa pihak lain tidak boleh ikut campur dalam urusan internal.

Baca: AS Serang Pangkalan Militer Hashd al-Shaabi di Anbar

Pejuang PMU memainkan peran utama dalam pembebasan daerah-daerah yang dikuasai Daesh di selatan, timur laut dan utara ibukota Irak, Baghdad, setelah para teroris melancarkan serangan di negara itu. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: