Breaking

Bareskrim Polri Resmi Tetapkan Jakfar Shodiq Sebagai Tersangka Makar

Bareskrim Polri Resmi Tetapkan Jakfar Shodiq Sebagai Tersangka Makar Jakfar Shodiq Alatas

Jakarta – Bareskrim Mabes Polri menetapkan penceramah Jakfar Shodik sebagai tersangka makar. Sebelumnya Jakfar yang diduga menghina Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin telah dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Sudah memeriksa tersangka, sudah ada dua alat bukti yang cukup, ada laporan, bukti dan keterangan saksi,” kata Karopenmas Mabes Polri Brigjend Argo Yuwono di kantornya, Jakarta Selatan, pada Jumat, 6 Desember 2019.

Baca: Video Ceramah Provokasi Kudeta dan Perangi Jokowi

Argo menjelaskan, dalam kasus Jakfar, sudah ada tiga laporan yang masuk. Satu laporan dari kepolisian atau laporan model A dan dua laporan berasal dari aduan masyarakat.

Laporan model A adalah aduan yang dibuat anggota polisi yang mengalami, mengetahui, atau menemukan langsung peristiwa yang terjadi. Sedangkan laporan model B dibuat berdasarkan pengaduan dari masyarakat.

Baca: Komentar Pedas Ketum PBNU: Jika Tak Mengerti Agama Jangan Jadi Khotib

Dalam surat penangkapan yang dikirimkan Wakabareskrim Inspektur Jenderal Antam Novambar, Jafar dijerat Pasal 207 KUHP dan atau Pasal 104 dan atau Pasal 107 KUHP, dan atau Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUHP tentang tindak pidana penghinaan, pencemaran nama baik, dan keamanan negara atau makar.

Lalu, Jafar juga dikenakan Pasal 45A ayat 2 Jo 28 ayat 2 dan atau pasal 45 ayat 1 Jo pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Baca: Delusi Akut Ustadz Wahabi Akhir Zaman

Jakfar Shodik ditangkap di kediamannya di Depok pada Kamis dinihari, 5 Desember 2019, Dia kini ditahan di Rumah Tahanan Badan Reserse Kriminal Polri. Argo mengatakan, penetapan Jakfar sebagai tersangka sudah melalui prosedur.

Jakfar diduga menghina Wapres Ma’ruf Amin dengan menyebut ‘babi’ saat ceramah dalam acara tabligh Akbar di Singkawang, Kalimantan Barat pada 2 Januari 2019. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: