NewsTicker

Erdogan Bongkar Ancaman Saudi ke Pakistan Agar Tak Hadiri KL Summit

Erdogan Bongkar Ancaman Saudi ke Pakistan Agar Tak Hadiri KL Summit Erdogan, KL Summit

Malaysia – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Jumat bahwa Arab Saudi mengeluarkan ancaman ekonomi kepada Pakistan untuk menekan negara itu agar menarik diri dari pertemuan para pemimpin dari banyak negara Islam di Malaysia, yang dikenal dengan KL Summit.

Konferensi empat hari, yang dibuka di Kuala Lumpur pada hari Kamis untuk membahas beberapa masalah paling sulit di dunia Islam itu diboikot oleh segelintir negara termasuk Arab Saudi dan Pakistan. Arab Saudi mengatakan para pemimpinnya tidak menghadiri KTT karena diadakan di luar pengawasan 57 anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang berbasis di Jeddah.

Baca: Di KL Summit Rouhani, Erdogan dan Mahathir “Hajar” Dolar AS

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, yang bersama dengan mitranya dari Malaysia dan Presiden Turki Tayyip Erdogan telah menjadi penggerak utama di belakang KTT itu, membuat keputusan di menit terakhir untuk menarik diri dari pertemuan itu.

Tetapi, berbicara kepada wartawan di Kuala Lumpur pada hari Jumat (20/12), Erdogan mengklaim bahwa Arab Saudi telah mengancam Pakistan dengan konsekuensi ekonomi untuk memaksa negara itu untuk tunduk mengikuti kemauannya.

“Sayangnya, kita melihat bahwa Arab Saudi menekan Pakistan,” kata Erdogan sebagaimana dikutip surat kabar Turki Daily Sabah.

Baca: PM Malaysia Video Call Raja Salman untuk Pastikan KL Summit Bukan Pesaing OKI

“Sekarang, ada janji-janji bahwa negara memberikan (suntikan dana) kepada Pakistan terkait bank sentral. Namun, lebih dari itu, ada 4 juta orang Pakistan yang bekerja di Saudi. Saudi (mengancam dengan mengatakan bahwa mereka) akan mengirim (orang-orang Pakistan) pulang, dan kembali -menempatkan orang-orang Bangladesh sebagai gantinya,” kata Erdogan lebih lanjut.

Presiden Turki menambahkan bahwa kerajaan Saudi telah menggunakan taktik mengancam yang sama mengenai Bank Negara Pakistan (SBP), mengancam bahwa mereka akan menarik uang mereka. Bank sentral Pakistan menerima tahap ketiga dan terakhir 1 miliar dolar dari Saudi pada Januari tahun ini sebagai bagian dari program dukungan neraca pembayaran dari Riyadh.

Baca: Ditekan Saudi, Imran Khan Tak Hadiri KTT Negara Islam di Kuala Lumpur

Erdogan mengklaim bahwa Pakistan harus mematuhi ancaman dari Riyadh tersebut karena kesulitan ekonomi yang dihadapi oleh negara itu. Pekan lalu, perdana menteri Pakistan terbang ke Riyadh untuk pertemuan dengan para pemimpin Saudi.

Pada hari Rabu, OKI yang berbasis di Arab Saudi mengkritik KTT Malaysia dalam sebuah pernyataan, mengatakan bahwa itu bertentangan dengan kepentingan dunia Muslim untuk mengadakan pertemuan di luar organisasi, yang selama beberapa dekade bertindak sebagai suara Islam kolektif. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: