NewsTicker

Hamas: Normalisasi Arab-Israel Pengkhianatan Terhadap Bangsa Palestina dan Islam

Hamas: Normalisasi Arab-Israel Pengkhianatan Terhadap Bangsa Palestina dan Islam Juru Bicara Hamas

Palestina  Seorang juru bicara gerakan perlawanan Palestina, Hamas, mengutuk upaya yang bertujuan untuk menormalkan hubungan diplomatik antara beberapa negara Arab dengan rezim Israel, dan menggambarkannya sebagai “pengkhianatan.”

Dalam siaran pers pada hari Minggu, Abdul Latif al-Qanua mengatakan langkah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menyambut hubungan Tel Aviv dengan negara-negara Arab adalah “sebuah refleksi dari seberapa dalam hubungan ini telah terjadi dan berlangsung selama ini.”

Dia juga memperingatkan bahwa normalisasi hubungan negara-negara Arab dengan rezim Israel akan membahayakan perjuangan Palestina.

BacaAS-Israel Percepat Kebangkitan ISIS Takfiri di Tengah Kerusuhan di Irak

Abdul Latif menekankan pentingnya mendukung rakyat Palestina melalui penuntutan para penjahat perang Israel di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Alih-alih membantu Palestina, mereka justru membangun hubungan baru dengan “entitas ilegal”.

 

Menteri Urusan Luar Negeri UEA pada hari Sabtu mentweet sebuah artikel yang mendukung aliansi antara negara-negara Arab dan Israel. Posting itu mendapat sambutan langsung dari perdana menteri Israel.

Dalam posting di akun Twitter resminya, Sheikh Abdullah bin Zayed bin Sultan Al Nahyan memberikan tautan The Spectator, sebuah majalah mingguan Inggris, berjudul “Reformasi Islam: aliansi Arab-Israel mulai terbentuk di Timur Tengah.”

Netanyahu menanggapi diplomat top Emirat, dan menyambut hubungan dekat antara Israel dan negara-negara Arab di kawasan.

“Saya menyambut hubungan yang lebih dekat antara Israel dan negara-negara Arab. Waktunya telah tiba untuk normalisasi dan perdamaian,” tulisnya di Twitter.

BacaHamas: AS Dorong Israel Lakukan Kejahatan Perang di Palestina

Sementara itu, pihak berwenang Israel mengatakan bahwa para pejabat rezim tampaknya menyuntikkan lebih banyak momentum ke dalam upaya mereka untuk membuka hubungan klandestin dengan sejumlah negara Arab, khususnya negara-negara pesisir Teluk Persia.

Menurut pejabat Israel yang dikutip oleh AFP mengatakan mereka juga berharap dapat menjangkau masyarakat Arab melalui partisipasi dalam Expo 2020 Dubai, yang akan menjadi kota terbesar dan termewah di Uni Emirat Arab (UEA), yang menjadi tuan rumah selama 173 hari. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: