Internasional

Hizbullah Ancaman Serius bagi AS dan Skema Israel di Timur Tengah

Hizbullah Ancaman Serius bagi AS dan Skema Israel di Timur Tengah

LEBANON – Hizbullah merupakan ancaman besar bagi skenario yang dijalankan oleh Amerika Serikat dan Zionis Israel di Timur Tengah, kata sekretaris jenderal gerakan perlawanan Lebanon, Sayyed Hassan Nasrallah.

“AS melakukan yang terbaik untuk menggambarkan Hizbullah sebagai ancaman bagi Lebanon. Orang Amerika sebenarnya berlomba untuk kepentingan mereka sendiri dan orang-orang Israel. Kepentingan bangsa Lebanon sama sekali bukan masalah bagi mereka. AS membayar jutaan dolar sebagai bagian dari upayanya untuk menodai citra Hizbullah, namun plot mereka semuanya akan gagal,” kata Nasrallah dalam pidato yang disiarkan langsung dari ibukota Lebanon, Beirut, saat berbicara kepada para pendukungnya, pada Jumat sore (13/12/2019).

BacaKomandan Israel: Hizbullah Musuh yang Kuat

Dia menambahkan bahwa Washington berbohong dan menyebarkan berita palsu tentang gelombang protes anti-pemerintah baru-baru ini di Lebanon, dan menekankan bahwa AS melakukan praktik seperti itu ketika kepentingan mereka terancam.

Pemimpin gerakan perlawanan Lebanon lebih lanjut menekankan bahwa AS tidak dapat mengesampingkan Hizbullah dan mendorongnya menjauh dari arena politik Lebanon, dan menggambarkan pendekatan Washington terhadap isu-isu domestik negara Arab adalah “konyol dan tidak patut.”

“Hizbullah merupakan ancaman serius bagi hegemoni dan konspirasi Israel. Zionis sangat sadar akan fakta bahwa jika Hizbullah ingin menjalankan pemerintahan (Lebanon), mereka akan mengambil tindakan efektif terhadap pembangunan tembok di sepanjang perbatasannya yang terbagi dengan Lebanon dan berulang kali pelanggaran terhadap perairan teritorial Lebanon,” kata Nasrallah.

Pemimpin Hizbullah kemudian meminta pemerintah dan politisi Lebanon untuk tidak menaruh kepercayaan pada janji kosong yang keluar dari White House, dan memperingatkan bahwa orang Amerika cenderung ‘memerah susu’ untuk melayani kepentingan mereka sendiri.

Nasrallah melanjutkan dengan mengatakan bahwa AS dan Israel mengubah komentar yang dibuat oleh para pejabat Iran untuk memprovokasi bangsa Lebanon melawan Republik Islam Iran.

“Kami menghubungi sekutu Lebanon kami, dan mereka meyakinkan kami bahwa laporan tentang ancaman Iran untuk menyerang Israel dari wilayah Lebanon dibuat-buat, dan tidak ada pejabat Iran yang pernah membuat pernyataan seperti itu,” tegas sekjen Hizbullah.

Dia menggarisbawahi bahwa Hizbullah siap untuk menghancurkan Israel jika Tel Aviv membuat kebodohan dengan meluncurkan agresi militer terhadap Iran, dan menekankan bahwa Republik Islam cukup mampu mempertahankan diri dan menanggapi serangan AS dan Israel.

Di tempat lain dalam sambutannya, Nasrallah meminta semua partai dan faksi Lebanon untuk mengambil langkah cepat terkait pembentukan pemerintahan baru, dengan menekankan bahwa pemerintahan akan melayani kepentingan rakyat.

“Bangsa kita perlu bersatu dalam menghadapi krisis saat ini. Lebanon membutuhkan pemerintahan dengan perwakilan terbesar dari semua faksi. Pemerintahan berikutnya harus inklusif, mampu, reformis, dan menghindari pengecualian faksi,” katanya.

BacaHouthi Ungkap Israel Tolak Hentikan Perang di Yaman

Sekretaris jenderal Hizbullah menambahkan bahwa gerakannya tidak memiliki masalah dengan pemerintah yang dipimpin oleh Perdana Menteri sementara Sa’ad al-Hariri.

Dia menepis laporan oleh outlet media tertentu bahwa pendukung Hizbullah dan Gerakan Amal telah menyerang para pengunjuk rasa di Lebanon, dan menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar dan dibuat oleh beberapa media Arab di wilayah Teluk Persia.

Nasrallah kemudian meminta pemerintah Lebanon untuk mempertahankan solidaritas sosial dan kerja sama di tengah krisis yang sedang berlangsung di negara itu, dan mendesak orang-orang dari semua lapisan masyarakat untuk melakukan kewaspadaan dan pengendalian diri. (ARN)

Iklan
Comments
To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });
%d blogger menyukai ini: