Breaking

Hizbullah: AS dan Israel Paling Diuntungkan dari Protes Anti-Pemerintah di Lebanon

Hizbullah: AS dan Israel Paling Diuntungkan dari Protes Anti-Pemerintah di Lebanon Naim Qassem

LEBANON – Seorang pejabat senior gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon mengatakan bahwa Amerika Serikat dan rezim Israel adalah yang paling diuntungkan dari protes anti-pemerintah di negaranya, memperingatkan bahwa Libanon berada di ambang kehancuran finansial.

“Pemerintah (Lebanon) harus segera dibentuk untuk menghindari keruntuhan seperti itu. Ada pihak-pihak yang berupaya mencelakakan Lebanon, terutama Amerika Serikat dan Sekretaris Negaranya Mike Pompeo, yang tidak ingin melihat Hizbullah sebagai bagian dari pemerintah Lebanon atau bahkan di arena politik negara itu,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Sheikh Naim Qassem dalam sebuah wawancara eksklusif dengan stasiun radio BBC Arab.

Baca: Hizbullah: AS Berusaha Ciptakan Kerusuhan di Lebanon

Ia menambahkan bahwa “Hizbullah adalah bagian dari rakyat ini (bangsa Lebanon),” menyerukan Washington untuk mengakhiri campur tangannya dalam urusan dalam negeri Lebanon.

Sheikh Qassem menekankan bahwa Hizbullah tidak peduli sikap AS dan Inggris, karena gerakan itu hanya berfokus pada bagaimana rakyat Lebanon melihat gerakan perlawanan.

“Bagi rakyat kami, Hizbullah berarti gerakan perlawanan yang membebaskan tanah mereka, dan mewakili orang-orang yang bekerja untuk melayani kepentingan bangsa dan membangun masa depan rakyat. Amerika, Inggris dan rezim pendudukan Israel yang agresif dan kriminal telah mengambil sikap bermotivasi politik melawan Hizbullah serta menempatkan gerakan itu dalam daftar teror. Ini tidak berarti bahwa mereka benar,” ungkap pejabat senior Hizbullah itu.

Baca: Pompeo Akui Protes di Lebanon dan Irak untuk Targetkan Hizbullah dan Iran

Sheikh Qassem kemudian menggambarkan AS dan Inggris sebagai akar penyebab terorisme di seluruh dunia, yang menyatakan bahwa mereka tidak menghargai apa pun untuk kepentingan rakyat.

Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa krisis yang sedang berlangsung di Lebanon melayani kepentingan Washington dan Tel Aviv, menekankan bahwa mereka berada di belakang tindakan penghasutan apa pun di negara itu karena rakyat Lebanon sama sekali tidak ingin ada perselisihan internal. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: