NewsTicker

Ketua DSKS Solo Kakak dari Algojo ISIS Asal Indonesia dan Jebolan LIPIA

Ketua DSKS Solo Kakak dari Algojo ISIS Asal Indonesia dan Jebolan LIPIA Profil Ketua DSKS Solo

Solo – Baru-baru ini terjadi sebuah bentrokan antara massa Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) dengan anggota Banser dan Pagar Nusa yang menjaga kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Solo, di Jalan Honggowongso Jayengan, Surakarta, Jumat (6/12/2019). Meskipun pihak DSKS mengelak itu bukan dari anggotanya namun hal itu belum jelas masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Dewan Syariah Kota Solo (DSKS) adalah gabungan dari beberapa ormas antara lain: FPI, Luis, Fosam, FKAM, JAS.

Profil Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Ustad Mu’inudillah mulai disorot setelah dengan tegas menyatakan bahwa Pemilu, 17 April 2019, perang antar ideologi.

Baca: Siasat Baru Arab Saudi, ISIS dan PKS

Mu’inudinillah Basri rupanya memiliki tiga bersaudara, adapun dua saudara yang terlibat dalam kasus terorisme yakni Muhammad Nurrudin tewas di Ambon dan Muhammad Syaifuddin alias Muhammad Yusuf Karim alias Abu Walid Al Indunisi tewas di Suriah.

Baca: Abu Walid Algojo ISIS Asal Indonesia

Mu’in sekolah di LIPIA dana lulus pada tahun 1990, Mu’in sempat mengajar di Ma’had Al Hikmah, Jakarta. Kemudian melanjutkan studi magister dan doktornya diselesaikan di Jamiah Al Imam, Islamic University Riyadh.

Mu’in mengaku memanfaatkan kesempatannya dengan aktivitas dakwah. Berbagai kesempatan mengisi kajian dimanfaatkannya. Aktivitas penerjemahan buku dan mengajar tahfidz Al-Qur’an juga pernah dijalani.

Dalam beberapa bulan terakhir, Ustad Mu’in menjadi buah bibir atas kiprahnya yang cenderung mendekat ke pasangan calon (Paslon) Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Baca: Manuver Saudi Mengubah Indonesia Jadi Sarang Wahabi Radikal

Bahkan dalam sebuah tayangan video, dia secara terang-terangan bahwa pemilu tanggal 17 April 2019 merupakan perang ideologi antara Pancasila dan Khilafah. Sikapnya yang terang-terangan tersebut mengundang perhatian masyarakat Indonesia untuk mengetahui sepak terjangnya.

Terlebih lagi, dua saudaranya diyakini terlibat dalam aksi terorisme. Adiknya yang bernama Muhammad Saifuddin alias Abu Walid merupakan algojo ISIS, tewas dalam sebuah pertempuran di Suriah. Muhammad Saifuddin alias Abu Walid tercatat sebagai warga Ngawen, Klaten, Jateng.

Saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, Mu’in mengaku adiknya tersebut telah meninggal dunia di Suriah. “Adik saya tersebut telah meninggal dunia di Suriah tanggal 16 Januari 2019,” paparnya, Senin (11/2).

Abu Walid dikenal sebagai kelompok jaringan ISIS asal Indonesia yang tewas di Suriah. Sebelum meninggal, Abu Walid pernah memenggal kepala seseorang di Suriah. Dia yang dikenal sebagai algojo ISIS di Suriah, hasil rekaman videonya telah viral di media.

Baca: Waspada Proyek Ideologi Radikal Wahabi di Sekolah dan Kampus

Mu’in mendapat kabar adiknya itu tewas setelah tertembak di bagian dadanya dalam sebuah pertempuran. Namun dia tidak mengetahui kronologi insiden pertempuran yang melibatkan adiknya.

Atas kematian adiknya tersebut, Mu’in belum mendapat kabar resmi dari kedutaan Indonesia di Suriah maupun dari Kementerian Luar Negeri. Menurut dia, pihak keluarga juga tidak berharap jenazah Muhammad Saifuddin dibawa ke Indonesia. “Saya memperkirakan jenazah Saifuddin sudah dimakamkan di Suriah. Kita juga tak ada kontak langsung ke sana, apalagi Suriah sedang terjadi konflik berkepanjangan,” terangnya.

Baca: 5 Strategi Licik Islam Radikal Kuasai Indonesia

Keluarga, kata Mu’in, sudah lama hilang kontak dengan Saifuddin. Mu’in tidak tahu persis kapan adiknya itu pergi ke Suriah. Dia hanya bisa memprediksi adiknya tersebut berada di Suriah sejak tahun 2016, berangkat bersama istrinya yaitu Rina astuti yaitu mantan istri dari Bagus Budi Pranoto alias Urwah Teroris yang Mati bersama dengan Noordin M TOP di Mojosongo Solo beberapa tahun yang lalu.

Adapun adik kandung Ustad Mu’in yang lain bernama Muhammad Nurrudin juga terlibat serangkaian aksi teroris di Indonesia di Poso dan Ambon, serta dikabarkan Muhammad Nurrudin lebih dahulu meninggal Dunia di Ambon kisaran tahun 2000. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: