NewsTicker

The Guardian: 2019 Tahun Kehancuran Kebijakan Luar Negeri AS

The Guardian: 2019 Tahun Kehancuran Kebijakan Luar Negeri AS Bendera Amerika Serikat

London – Surat kabar The Guardian dalam laporannya Sabtu (28/12/2019) mengatakan bahwa tahun 2019 adalah tahun kehancuran kebijakan luar negeri Amerika Serikat, karena tergantung pada kepentingan Presiden Donald Trump.

Laporan itu juga mengatakan “keterlibatan presiden pada isu-isu dunia tidak lebih dari keterikatan dalam kepentingan pribadi dan narsisme. Abad kedua puluh satu akan dimulai dan peringatan buruk datang dari Pyongyang, yang mengancam akan kembali ke pengujian rudal jarak jauh setelah jeda dalam dua tahun. Sementara, Korea Utara menyimpang dari antusiasme diplomatik menjadi ancaman pada saat Presiden Trump sibuk berkampanye untuk pemilihan.”

BacaAnalis: Amerika Gunakan Isu ‘Genosida’ untuk Hancurkan Musuhnya

Guardian juga menambahkan bahwa “Departemen Luar Negeri dan Pertahanan AS kalah ketika kepentingan Presiden dan keluarganya bertabrakan dengannya. Ini terbukti dalam skandal Ukraina, yang menyebabkan diambilnya langkah-langkah untuk pemakzulan Presiden di Kongres. Tujuan kebijakan luar negeri Amerika sebelumnya adalah untuk mendukung pemerintah Kiev dalam menghadapi Rusia. Tetapi Trump menginjak rem untuk kepentingan pemilihannya dan menggunakan pengaruh Amerika (bantuan militer) untuk menyelidiki saingan politiknya dan campur tangan di Gedung Putih untuk menghentikan langkah-langkah hukuman terhadap Rusia, Arab Saudi, dan Turki karena alasan yang tidak jelas. Trump berdagang dengan semua negara selain China dan Israel”.

Baca: Analis; Amerika Memiliki Kebijakan Politik Skizofrenia

Kebijakan luar negeri Trump kian amburadul, dan kehancuran kebijakan luar negeri ini akan berpengaruh di seluruh Asia dan di seluruh dunia. Sheila Smith berpendapat bahwa berdasarkan kinerja masa lalu pemerintahan Trump, kebijakan AS di Asia akan “tidak menentu dan mementingkan diri sendiri” di tahun mendatang, karena pemerintahan Trump terus “menyelesaikan masalah-masalahnya dengan negara-negara di wilayah tersebut secara bilateral dan sporadis”.

Krisis yang dengan bangga dinyatakan Trump bahwa hanya dia sendirilah yang bisa mengatasinya, sebagian besar adalah krisis yang dia buat sendiri. Tidak mengherankan bahwa sekutu dan mitra Asia juga harus khawatir tentang bagaimana Trump dapat menghadapi krisis nyata, ketika ada langkah signifikan dalam Kongres AS untuk membatasi penggunaan senjata nuklir oleh presiden. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: