Headline News

The Guardian: Pembunuhan Soleimani akan Picu Penarikan AS dari Irak

The Guardian: Pembunuhan Soleimani akan Picu Penarikan AS dari Irak

Inggris Sebuah opini di the Guardian mengatakan bahwa pembunuhan komandan senior Iran Jenderal Qassem Soleimani mungkin akan memicu penarikan Amerika Serikat dari Irak.

Sebuah artikel yang diterbitkan pada hari Jumat di harian Inggris The Guardian itu mengatakan bahwa pembunuhan AS terhadap Jenderal Soleimani, memimpin Pasukan Quds dari elit Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran, mungkin akan berujung dengan berakhirnya kehadiran militer AS di Irak.”

Artikel tersebut mengingatkan bahwa Jenderal Soleimani telah berhasil mempecundangi militer AS di berbagai tempat di Irak, di mana ia memberikan dukungan penasihat yang luas untuk operasi kontra-terorisme Baghdad.

Baca: VIDEO: Iringi Prosesi Pemakaman Soleimani, Ratusan Ribu Rakyat Irak Teriakkan Mampus Amerika

Artikel The Guardian itu juga memuji almarhum sang jenderal dengan kemungkinan “menjebak AS untuk memulai pengusirannya sendiri dari Irak” selama keterlibatannya dengan negara Arab itu.

Seorang Pahlawan

Artikel itu mengingatkan bahwa Soleimani yang membantu Irak mengatasi kelompok teror Daesh Takfiri telah memmbuatnya dikenal luas sebagai “pahlawan” di tanah kelahirannya dan di antara bangsa-bangsa Arab. Kesyahidannya hanya akan menambah popularitasnya dengan menjadi seruan pembalasan di antara para pendukungnya.

Generasi Pasukan Quds yang Baru

The Guardian juga memuji Jenderal Soleimani yang berhasil membangkitkan generasi baru prajurit Angkatan Quds, yang diberinya “otoritas operasional” luas selama kepemimpinannya.

Baca: Pemimpin Tertinggi Iran: Balasan Menyakitkan Menunggu Para Pembunuh Soleimani

Pembunuhan itu akan kembali menghantui Presiden AS Donald Trump, yang memberi perintah langsung atas serangan udara mengerikan tersebut.

Surat kabar itu mengatakan bahwa dengan menargetkan Abu Mahdi al-Muhandis, komandan kedua dari Mobilisasi Populer Irak (PMU), yang dibunuh bersama Jenderal Soleimani dalam serangan itu “pemerintahan Trump telah menempatkan dirinya dalam posisi telah membunuh komandan operasional cabang besar angkatan bersenjata Irak.” (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: