NewsTicker

Perdana Menteri Inggris Sosok Paling Rasis dan Penuh Kebencian Terhadap Islam

Perdana Menteri Inggris Sosok Paling Rasis dan Penuh Kebencian Terhadap Islam Boris Jonhson

London  Surat kabar Guardian dalam laporannya pada hari Senin (06/01/2020), mengatakan bahwa Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dianggap sebagai salah satu tokoh politik paling rasis dan penuh kebencian terhadap Islam, bahkan tingkat Islamphobia selama masa pemerintahannya telah mencapai rekor terburuk.

Laporan tersebut menyatakan bahwa, “Selain pernyataan kebenciannya, ia memimpin sebuah partai di mana banyak anggota dikeluarkan karena Islamphobia, dan beberapa diantaranya diterima kembali di kemudian hari.”

Ia juga pernah mengklaim memimpin penyelidikan yang lebih luas tentang diskriminasi rasial dalam upaya untuk menghilangkan kekhawatiran umat Islam di partainya, namun penyelidikan itu kurang dipercaya karena dipimpin langsung oleh Perdana Menteri.

BacaGuardian: Rincian Kunjungan Soleimani Bocor Sebelum Serangan

Guardian menambahkan, “Masalah Islamphobia telah menjadi bagian integral dari tren politik kredibilitas yang berlaku, di mana Johnson dapat mengatakan dengan sangat jelas bahwa “inti permasalahannya adalah Islam” dan membuat perbandingan antara wanita yang mengenakan niqab dan kotak surat tanpa memberikan alasan. Hal ini terjadi ketika pelecehan verbal dan fisik terhadap Muslim meningkat di tempat-tempat umum.”

Laporan itu juga mengatakan, “Baru-baru ini di Inggris, ada banyak serangan kekerasan yang menargetkan wanita Muslim yang mengenakan hijab dan para penyerang terprovokasi pidato Johnson. Ribuan Muslim di Inggris berada dalam lingkaran kemiskinan, dan dia memberi stigma pada mereka dengan undang-undang teroris. Dikeluarkan dari pekerjaan, dipindahkan karena rasisme dan pelecehan, serta dibatasi hak sosialnya. Mereka juga bertanya-tanya, apakah mereka dapat melihat masa depan untuk dirinya dan keluarga mereka di Inggris. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: