Kurdistan Irak Dukung Baghdad Usir Militer AS

Kurdistan Irak Dukung Baghdad Usir Militer AS
Pemerintah Kurdistan Irak

Baghdad – Presiden wilayah semi-otonom Kurdistan Irak, Nechirvan Barzani, mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) mendukung keputusan yang dibuat oleh pemerintah pusat di Baghdad mengenai penarikan pasukan militer AS dari negara itu.

Berbicara dalam pertemuan dengan juru kunci Perdana Menteri Irak Adel Abdul-Mahdi di Erbil pada hari Sabtu (11/01), Barzani menyoroti bahwa KRG memberikan dukungannya terhadap keputusan yang diambil oleh Baghdad, dan bahwa pejabat Kurdi mendukung resolusi yang disahkan oleh anggota parlemen Irak yang menyerukan pengusiran pasukan asing.

Baca: Parlemen Iran Masukkan Angkatan Bersenjata AS dan Pentagon dalam Daftar Teroris

Para anggota parlemen Irak menyetujui resolusi tersebut setelah Amerika Serikat membunuh Letnan Jenderal Qassem Soleimani, komandan Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), dan komandan kedua dari Unit Mobilisasi Populer (PMU) Irak, Abu Mahdi al-Muhandis, dalam serangan udara di dekat Bandara Internasional Baghdad.

Abdul-Mahdi dan Barzani juga membahas perkembangan terakhir di Irak, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, dan protes anti-pemerintah yang sedang berlangsung di negara Arab itu.

“Irak seharusnya tidak berubah menjadi ladang konflik regional dan internasional,” kata sebuah pernyataan oleh kantor presiden Wilayah Kurdistan.

Baca: PM Irak: Pasukan AS Harus Pergi Pasca Keputusan Parlemen

“Pentingnya kelanjutan bantuan dan dukungan internasional untuk Irak dan Wilayah Kurdistan dalam perang melawan terorisme, ancaman kebangkitan teror, dan kegiatan teroris Daesh di Irak, khususnya daerah yang terletak antara pasukan Peshmerga dan Irak, juga dibahas dalam pertemuan tersebut ,” tambah pernyataan itu.

Abdul-Mahdi mengatakan ada “peluang bagus” untuk menyelesaikan masalah antara pemerintah Baghdad dan KRG dengan “tekad dan kemauan serius.” Pada Kamis malam, perdana menteri sementara Irak itu telah meminta Amerika Serikat untuk mengirim delegasi ke Baghdad dengan tugas merumuskan mekanisme penarikan pasukan AS dari negara itu.

Baca: Diusir Parlemen, Menhan AS Ngotot Tak Mau Tarik Pasukan dari Irak

Menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor perdana menteri Irak, Abdul-Mahdi “meminta delegasi dikirim ke Irak untuk mengatur mekanisme guna mengimplementasikan keputusan parlemen untuk penarikan pasukan asing dari Irak” dalam panggilan telepon dengan Sekretaris Negara (Menlu) AS Mike Pompeo. (ARN)

Ikuti Update berita ArrahmahNews melalui link Telegram, Klik Join https://t.me/arrahmahnews

About Arrahmahnews 31374 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.