Pesan Tegas Menlu Iran ke Eropa: Stop Jadi Budak Amerika

Pesan Tegas Menlu Iran ke Eropa: Stop Jadi Budak Amerika
Menlu Iran

Iran – Menteri luar negeri Iran mendesak tiga kekuatan Eropa yaitu Prancis, Jerman, dan Inggris, untuk berhenti tunduk pada dikte AS dan lebih baik “mengumpulkan keberanian” untuk memenuhi kewajiban mereka berdasarkan perjanjian nuklir 2015 dengan Teheran.

“Selama 20 bulan, E3 dengan mengikuti kebijakan penenangan Inggris, tunduk pada dikte AS. Hal itu belum mencapai keberhasilan sama sekali, dan itu tidak akan pernah terjadi,” kata Zarif dalam cuitannya, Senin (13/01).

Ia menyoroti kegagalan Eropa untuk menyelamatkan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) setelah penarikan AS tahun lalu, dan mengatakan “E3 dapat menyelamatkan JCPOA tetapi tidak dengan memenuhi tuntutan pelaku intimidasi dan menekan pihak yang patuh.”

Baca: Pemimpin Tertinggi Iran: Eropa Tak Penuhi 11 Komitmen JCPOA, Tak Bisa Lagi Dipercaya

“Alih-alih harus mengumpulkan keberanian untuk memenuhi kewajibannya sendiri,” kata Zarif.

Komentarnya itu muncul setelah para pemimpin Inggris, Prancis dan Jerman menyerukan pernyataan bersama tentang Iran untuk kembali sepenuhnya mematuhi perjanjian nuklir 2015 dan berbalik dari langkah-langkah pengurangan komitmen akibat dari kegagalan Barat memperjuangkan hak Teheran.

“Sangat penting bahwa Iran kembali untuk sepenuhnya mematuhi komitmennya di bawah perjanjian,” Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan hal ini pada Minggu.

Baca: Moskow: Peluang Selamatkan JCPOA Meningkat Jika INSTEX Terbuka untuk Negara Ketiga

Seruan Eropa pada Iran untuk sepenuhnya mematuhi perjanjian nuklir itu bertolak belakang dengan kegagalan mereka melindungi Republik Islam dari sanksi AS secara sepihak terhadap Teheran setelah Washington membatalkan perjanjian itu. (ARN)

Ikuti Update berita klik Join Telegram ArrahmahNews

About Arrahmahnews 30100 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.