Eropa

Ayatullah Khamenei: Kesyahidan Soleimani Tanda Peristiwa Khusus yang akan Tentukan Jalan Sejarah

Ayatullah Khamenei: Kesyahidan Soleimani Tanda Peristiwa Khusus yang akan Tentukan Jalan Sejarah

Iran – Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, mengatakan bahwa peristiwa baru-baru ini setelah pembunuhan AS terhadap seorang komandan Iran menjadi tanda sebuah peristiwa khusus yang akan menentukan jalan sejarah.

Ayatollah Khamenei membuat pernyataan itu dalam sebuah pesan pada pertemuan ke-54 Perhimpunan Pelajar Islam di Eropa, yang dibacakan di Wina pada hari Sabtu (25/01).

“Tahun ini, pertemuan kalian diadakan di tengah-tengah peristiwa penting, yang masing-masing merupakan tanda keagungan dan kredibilitas Islam Iran dan negara revolusionernya,” kata Pemimpin itu.

Baca Juga:

“Kesyahidan, pertunjukkan kekuatan militer, kehadiran rakyat yang tak tertandingi, semangat dan tekad kuat para pemuda, bersama ribuan asosiasi yang aktif di bidang sains dan teknologi, serta pendekatan keagamaan dan spiritual yang berlaku di antara sebagian besar kaum muda di seluruh negeri, semuanya menandakan munculnya fenomena khusus di dunia, sebuah fenomena yang dapat memiliki efek mendalam dan menentukan pada masa depan sejarah,” kata Ayatollah Khamenei.

“Langkah kedua Revolusi Islam, dengan rahmat Tuhan, harus mampu membawa fenomena ini dengan sempurna dan menghasilkan buah,” tambah Pemimpin tersebut.

Ayatollah Khamenei berkata, “Semua harapan tertuju pada pemuda yang berpengetahuan, terpelajar, dan setia dalam gerakan penting ini, dan kalian bisa menjadi salah satu dari mereka yang terpilih dalam sejarah.”

Pesan tahun ini datang setelah pembunuhan AS terhadap komandan anti-teror paling terkemuka di Timur Tengah Jenderal Qassem Soleimani dan teman seperjuangan Irak-nya, Abu Mahdi al-Muhandis.

Tindakan terorisme pembunuhan ini mendorong puluhan juta warga di Irak, Iran, India, Pakistan dan di tempat lain untuk turun ke jalan dan melampiaskan kemarahan mereka pada Amerika Serikat.

Orang-orang Iran keluar membanjiri jalanan dalam jumlah yang tak tertandingi dalam sejarahnya, untuk menghormati komandan karismatik itu, dan menyerukan balas dendam.

Republik Islam menggempur dua pangkalan militer AS di Irak dengan rudal berpandu presisi yang mengirimkan riak ke seluruh dunia.

Ayatollah Khamenei mengatakan pembalasan itu hanya “tamparan”, menambahkan “yang penting adalah bahwa kehadiran Amerika di kawasan harus berakhir.”

“Musuh merasa terhina dalam menghadapi kemuliaan ini meskipun mereka mungkin berusaha menyembunyikannya,” katanya. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.783 pelanggan lain

Pengunjung

  • 52.022.026 hit

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: