NewsTicker

Perhimpunan Ulama Yaman Kecam Keras Kunjungan Delegasi Ulama Saudi ke Kamp Holocaust di Polandia

Perhimpunan Ulama Yaman Kecam Keras Kunjungan Delegasi Ulama Saudi ke Kamp Holocaust di Polandia Ulama Saudi Kunjungi Bekas Kamp Nazi di Polandia

Yaman – Perhimpunan ulama Yaman mengecam keras kunjungan baru-baru ini oleh ulama senior Saudi dan mantan menteri Kehakiman, Sheikh Muhammad bin Abdul Karim bin Abdulaziz al-Issa, ke bekas kamp konsentrasi Nazi, Auschwitz, di Polandia, bersama dengan sebuah kelompok Yahudi, mereka juga mengecam keras semua upaya rezim Riyadh untuk menormalkan hubungan dengan rezim Israel setelah bertahun-tahun melakukan kontak rahasia.

“Kunjungan yang mencurigakan itu terjadi di bawah izin dan dorongan dari rezim Saudi, dan ditujukan untuk normalisasi dengan rezim pendudukan Zionis. Kunjungan itu dipimpin oleh mantan menteri kehakiman Saudi dan sekretaris jenderal apa yang disebut Liga Muslim Dunia (MWL), Muhammad al-Issa, dan termasuk beberapa ulama rusak,” demikian bunyi pernyataan PerhImpunan Ulama Yaman dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Minggu (26/01).

Baca Juga:

Pernyataan itu menambahkan, “Issa dan teman-temannya mengambil langkah berani dengan sholat di tempat dimana tuduhan Holocaust terjadi dengan mengabaikan ajaran Islam,” menggambarkannya sebagai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya di jalur normalisasi.

Perhimpunan ulama itu kemudian dengan tegas menolak segala upaya yang bertujuan untuk pemulihan hubungan, rekonsiliasi, dan normalisasi hubungan dengan rezim Tel Aviv, yang menduduki wilayah Palestina dan mencemari kesucian Islam.

Pernyataan ini juga menyerukan dekrit agama, yang akan mengakhiri yurisdiksi Arab Saudi atas kedua masjid suci yaitu Masjid al-Haram di Mekah dan Masjid al-Nabawi di Madinah.

Perhimpunan itu juga menuntut diselenggarakannya konferensi darurat di tingkat ulama Arab dan Muslim, di mana para pemikir akan membahas hal-hal yang sangat penting, terutama masalah Yerusalem yang diduduki al-Quds dan Palestina.

Pernyataan itu dikeluarkan sehari setelah Mohamed Abdel-Salam, juru bicara gerakan Houthi Ansarullah Yaman, mengecam upaya Arab Saudi untuk menormalkan hubungan dengan rezim Israel atas nama Islam.

“Kerajaan Arab Saudi yang menyedihkan harus berhenti menggunakan Islam untuk kepentingan penjajah. Pelanggaran kerajaan untuk mengeksploitasi Islam dikutuk oleh agama dan oleh semua Muslim, “kata Abdel-Salam dalam sebuah posting yang diterbitkan di halaman Twitter-nya pada hari Sabtu.

Baca Juga:

Pada hari Kamis, Issa memimpin delegasi 62 Muslim, termasuk 25 ulama terkemuka, dari sekitar 28 negara selama kunjungan ke kamp Auschwitz. Delegasi pejabat Komite Yahudi Amerika (AJC) juga ada di tempat yang sama.

CEO AJC, David Harris, menggambarkan kunjungan Issa ke situs tersebut sebagai hal yang sangat signifikan, mengklaim bahwa perjalanan tersebut merupakan “delegasi paling senior” dari para ulama  Muslim yang pernah mengunjungi Auschwitz.

Kunjungan itu terjadi kurang dari dua tahun setelah Issa, yang dianggap sebagai rekanan dekat Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, mengunjungi Museum Peringatan Holocaust AS di Washington, DC, pada Mei 2018.

Pada Mei 2019, AJC dan MWL menandatangani nota kesepahaman, setuju untuk ikut serta dalam perjalanan ke Auschwitz bersama tahun ini.

Issa juga telah menerima undangan dari Harris untuk berpidato di AJC Global Forum di Berlin pada Juni 2020. Harris, pada gilirannya, akan memimpin delegasi AJC ke Arab Saudi. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: