Kesepakatan Abad Ini Tampilkan Wajah Bengis dan Sadis Pemerintahan Trump

Palestina – Penasihat Senior dan menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner, pada hari Selasa (28/01) mengatakan bahwa Palestina harus menerima “paket lengkap” dari apa yang disebut rencana perdamaian yang ditawarkan oleh Trump dan melupakan dongeng masa lalu.

Berbicara kepada Al Jazeera setelah pengumuman proposal yang sudah lama ditunggu-tunggu tentang Palestina dan Israel oleh Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Kushner mengatakan bahwa rencana itu secara terperinci menawarkan kepraktisan bagi warga Palestina dan Israel.

Baca Juga:

Kushner menyebut bahwa upaya bangsa Palestina selama beberapa dekade untuk memiliki sebuah negara merdeka adalah “klaim lama, mitos, serta kebohongan” dan mengatakan bahwa rencana Trump itu memberi orang Palestina “kemampuan untuk memiliki jalur” untuk negara mereka sendiri.

Segera setelah Trump mengumumkan apa yang disebut rencana perdamaian di Gedung Putih, yang berubah menjadi unjuk rasa pro-Israel, para pejabat AS kemudian menunjukkan perincian rencana tersebut serta menunjukkan “peta konseptual” mengenai masa depan Palestina dan Israel.

Dengan memberinya tema “Perdamaian untuk Kemakmuran”, isi dari rencana Trump itu mengklaim memiliki “Visi untuk Meningkatkan Kehidupan Rakyat Palestina dan Israel”.

Baca Juga:

Sementara itu Perdana Menteri Israel Netanyahu memuji kesepakatan yang disebutnya fantastis itu, yang  ditolak oleh semua warga Palestina bahkan sebelum diungkap. PM Israel itu berterima kasih kepada Trump karena menjadi presiden pertama yang mengakui kedaulatan Israel atas Yerusalem, Judea Samaria, Lembah Jordan, Dataran Tinggi Golan dan daerah strategis lainnya.

Ia juga menyebut Trump sebagai “teman terbaik Israel” di Gedung Putih.

Kushner memuji Trump atas “pencapaiannya” yang meyakinkan Israel untuk membekukan pemukiman selama empat tahun dan melanjutkan dengan mengatakan bahwa ini adalah “peluang terakhir” bagi bangsa Palestina untuk memiliki negara dan untuk menemukan kedamaian dan kemakmuran ekonomi.

Netanyahu, bagaimanapun, mengatakan “akan memakan waktu lama” bagi bangsa Palestina untuk bahkan memulai pembicaraan untuk tawaran memiliki negara kecuali mereka membebaskan Gaza, melucuti Hamas, mengakui negara Yahudi dan kedaulatan atas semua wilayah yang diberikan secara sepihak oleh Trump ke yurisdiksi Israel.

Rencana Trump ini secara sepihak membatalkan resolusi-resolusi PBB sebelumnya tentang masalah Palestina dan memberi Israel segala yang diminta rezim pendudukan tersebut. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: