Amerika

Atwan Ungkap Kenapa Trump Takut Balas Serangan Iran

Washington  Abdel Bari Atwan, masih terlalu dini untuk mendapatkan bukti fisik yang mengkonfirmasi kerugian yang terjadi di jajaran tentara Amerika di pangkalan “Ain al-Assad”. Tetapi kami memiliki banyak bukti yang menegaskan bahwa Presiden Donald Trump dalam menyampaikan pesan singkatnya yang memalukan, mengatakan tidak ada kerugian atau cedera di pangkalan Ain al-Assad, dan bukti ini dapat dibatasi pada poin-poin berikut;

Pertama: Trump pernah mengatakan bahwa ia menembak jatuh drone Iran sebagai tanggapan atas jatuhnya Global Hawk di Selat Hormuz pada 20 Juni lalu, dan berjanji akan mempublikasikan video yang mengonfirmasi pernyataannya, dan sampai saat ini dan setelah empat bulan, kami tidak melihat rekaman itu.

Kedua: Trump juga pernah membual dengan membatalkan serangan udara balasan terhadap Iran sepuluh menit sebelum pesawat mencapai target di kedalaman Iran, dan dia tidak memberikan bukti apa pun atas klaimnya itu.

Baca: Trump ‘Ngos-ngosan’ Saat Pidato Tanggapi Serangan Iran, Pengamat: Mungkin Kebanyakan Obat Penenang

Ketiga: Dia sebelumnya bersumpah dan berjanji akan membalas dendam terhadap serangan apa pun yang dilakukan oleh Iran yang menargetkan kepentingan Amerika dan sekutunya di Timur Tengah dan dunia. Ketika instalasi Aramco di Abqaiq dan Khurais dibom. Dia menelan ludahnya sendiri dan mengatakan bahwa dia menjual senjata ke Arab Saudi dan tidak menggunakannya untuk melindungi mereka.

Keempat: Wartawan Amerika menyoroti delapan kebohongan Trump yang paling populer, diantaranya pernyataan Trump bahwa Iran mendapat 150 miliar dolar dari Amerika setelah perjanjian nuklir, 180 miliar dolar nilai defisit perdagangan dengan Uni Eropa, China mendapatkan 50 miliar dolar dari Amerika setiap tahun, Irlandia adalah bagian dari Inggris, dan Putin mengambil Krimea dari Obama, serta ia menghabiskan 5 miliar dolar untuk menjadi presiden di Amerika, sementara kekayaannya diperkirakan kurang dari 4 miliar.

Baca: Putin-Erdogan Sepakat Pembunuhan AS atas Soleimani adalah Ilegal

Kelima: Trump juga mengklaim bahwa dia telah membunuh Abu Bakr al-Baghdadi, dan Hamzah bin Laden, dan sampai saat ini kita belum pernah melihat mayat kedua pria itu atau mayat istri al-Baghdadi dan anak-anaknya yang bersamanya saat serangan. Trump mengklaim bahwa mayatnya telah dibuang ke laut, dan kita tidak akan pernah melihat mereka dalam waktu dekat.

Bahkan jika kita asumsikan bahwa rudal Iran tidak membunuh seorang prajurit pun di pangkalan Ain al-Assad. Tentu, Trump tidak dapat menyangkal bahwa rudal mengenai pangkalan dengan akurat dan menghancurkan beberapa fasilitasnya. Ini menegaskan bahwa Iran dapat mengambil keputusan untuk meluncurkan rudal ke pangkalan terbesar AS di Irak tanpa ragu, dan rudal ini sangat akurat dan Amerika tidak memapu mencegahnya.

Trump tidak ingin menggunakan kemampuan negaranya yang sangat besar dan pasukannya yang terbaik di dunia untuk merespons serangan Iran, karena ia menyadari bahwa respons itu berarti respons balik. Dan jika serangan pertama tidak membunuh tentara Amerika, tidak berarti serangan kedua.

Baca: HEBOH! Iran Bombardir AS dan Israel Segera Mungkin

Ancamannya untuk menjatuhkan sanksi tambahan kepada Iran setelah pemboman ini lucu dan menegaskan ketidakberdayaannya. Apa masih ada sanksi yang belum dikenakan AS terhadap Iran? Mungkin sanksi yang akan datang akan mencegah senyum dari para pejabat Iran.

Tahap berikutnya adalah mengacau keamanan dan stabilitas pangkalan Amerika di Timur Tengah, khususnya Teluk, dalam persiapan untuk mengusir AS, yang akan dilakukan oleh serangan militer sekutu seperti Mobilisasi Populer Irak, Houthi di Yaman, Hizbullah di Lebanon, Hamas dan Jihad Islam di Gaza. Langkah implementasi hanya menunggu lampu hijau, jika ini belum dikeluarkan, kerumunan rakyat pasti akan membalas pembunuhan pemimpinnya Abu Mahdi Al-Muhandis.

Trump tidak akan bisa tidur, sekutunya di kawasan dan Teluk tidak akan bisa tidur, karena fakta tentang kerugian AS akan terungkap dalam waktu dekat. (ARN)

Ikuti Update berita Arrahmah News melalui link Telegram, Klik Join https://t.me/arrahmahnews

Iklan
Comments
To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });
%d blogger menyukai ini: