NewsTicker

Benang Merah Upaya Kudeta Iran dan Jatuhnya Pesawat Ukraina

Benang Merah Upaya Kudeta Iran dan Jatuhnya Pesawat Ukraina Perang Iran Vs Amerika

Jakarta – Vanessa Beeley, jurnalis Investigatif independen, peneliti, penulis dan fotografer, yang terkenal karena artikel-artikel berdasarkan pernyataan langsung saksi mata dari konflik Suriah, dan berhasil mengungkap kebohongan berbagai media Barat atas pelaporan yang sebenarnya mengenai situasi Suriah.

Pada Hari Minggu (12/01), memposting sebuah thread Twitter di akun Facebooknya, dari seorang aktivis yang menjelaskan benang merah peristiwa jatuhnya pesawat Ukraina dan upaya Barat untuk kembali memaksakan perubahan rezim di Iran.

Baca: Intelejen Israel Terlibat dalam Pembunuhan Jenderal Soleimani

Berikut Thread twitter Ibn Riad yang menjelaskan benag merah upaya kudeta Irab dan peristiwa-peristiwa terbaru dengan upaya untuk penggulingan rezim:

1. Sebuah utas mengenai protes anti-pemerintah yang muncul hari ini di Iran, dan kegagalan menerapkan kekuasaan yang mereka (AS dkk) tuju.

Baca: Dina Sulaeman: ‘Salah Tembak’ Iran Lebih Gentle Ketimbang Amerika

2. Jadi seperti yang kita tahu, Iran mengumumkan bahwa pesawat Ukraina tak sengaja ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara. Masih ada banyak pertanyaan mengganjal mengenai hal ini yang saat ini saya (penulis) kesampingkan dulu untuk dibahas di lain waktu.

Fokus saya untuk saat ini adalah mengenai waktu disampaikannya pengumuman ini.

3. Pada hari pengumuman Iran, segera protes-protes kecil anti-pemerintah bermunculan, terutama oleh mahasiswa (yang sering kali menjadi subjek favorit kekuasaan AS), yang berjumlah paling banyak mungkin ratusan.

4. Satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah betapa protes-protes ini begitu terorganisir. Ada video yang beredar tentang para pengunjuk rasa yang mengenakan pelindung tubuh, bertindak dalam tim untuk memancing polisi anti huru hara, menyinari laser dari puncak gedung, dll, singkatnya mereka menggunakan taktik Maidan/Hong Kong.

5. Ini menunjukkan, tentu saja, pelatihan dan kesiapsiagaan tingkat tinggi di antara para pengunjuk rasa. Ini jelas tidak mungkin semacam protes yang spontan, tetapi lebih merupakan suatu event  terorganisir, dengan unsur-unsur yang dilatih dengan cara-cara CIA.

Baca: Analis Israel: Iran Jadi Kekuatan Utama dalam Hadapi AS di Timur Tengah

6. Kehadiran duta besar Inggris yang sangat tidak biasa di tempat itu juga menunjukkan  suatu poin tersendiri dalam hal ini, dan mungkin juga menunjukkan tingkat pentingnya protes ini bagi kelompok (AS dkk)  yang menginginkan  pergantian rezim.

7. Tetapi hal yang paling menarik di sini adalah slogan-slogan yang digunakan para pengunjuk rasa.

Memang ada beberapa orang bodoh yang meneriakkan “Khamenei mengundurkan diri!”, jelas ini menunjukkan bahwa semua ini dirancang  oleh Amerika yang tidak paham bagaimana sebuah kepemimpinan relijius bekerja di (Iran). Namun sorotan utama dalam protes ini adalah adanya teriakan:

“Matilah Pendusta”.

8. Disinilah semua ini menjadi tidak masuk akal.

Untuk protes yang terjadi SEGERA SETELAH pemerintah baru saja mengatakan yang sebenarnya dengan cara yang paling benar ​​& jujur ​​yang pernah dimiliki pemerintah manapun, bagaimana mungkin sudah muncul yel-yel “Matilah Pembohong”? Tidak ada sejarahnya di dunia ini dimana pengumuman kebenaran suatu peristiwa selama beberapa hari tiba-tiba memunculkan yel-yel seperti itu.

9. Tapi ada  alasan jauh lebih masuk akal mengapa tiba-tiba disuarakan yel-yel seperti itu. Mengingat sifat protes dan persiapan yang jelas dapat dilihat sangat terorganisir, sangat mudah untuk membayangkan apa maksud sebenarnya dari seluruh sandiwara ini.

Baca: IRGC: Iran Siap Perang Total dengan Amerika Saat Pesawat Ukraina Jatuh

10. Iran telah berusaha dijebak dengan lebih dari satu cara. Entah bagaimana akhirnya terkecoh dengan tidak sengaja menjatuhkan pesawat (utas terpisah mengenai hal ini akan dibahas karena banyak tanda menunjukkan ini, dan saya merasa cukup meyakinkan), maka kemungkinannya adalah bahwa AS memiliki bukti yang akan memaparkan tanggung jawab Iran.

11. AS menginginkan dan yakin Iran akan menyangkal tuduhan atau setidaknya menunda mengungkap  kebenaran lebih lama, memungkinkan AS nantinya (setelah waktu yang ditentukan) akan keluar dengan bukti dan “menciptakan anggapan”  Iran sebagai pembohong. (Baik secara langsung atau melalui seseorang seperti Trudeau, yang tampak kecewa ketika Iran terlalu cepat mengungkap kebenaran).

12. Ini kemudian akan diikuti oleh demo-demo mahasiswa yang sudah disiapkan dan terkoordinasi, yang dalam konteks skenario yang direncanakan, (jika berhasil) kemungkinan akan menarik lebih banyak dukungan, dan akan memiliki efek yang jauh lebih merusak pada integritas Iran baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

13. Mungkin ini telah direncanakan jauh-jauh hari sebagai “respons” Amerika terhadap Iran, atau setidaknya sebagai alternatif lain dari perang terbuka: menipu Iran untuk menjatuhkan pesawat, membiarkan mereka merahasiakannya, kemudian mengekspos hal itu dan menetapkan anjing-anjing anti-pemerintah yang terlatih turun ke jalan-jalan, agar diikuti oleh massa.

14. Itu sebenarnya rencana yang licik dan efektif, jika berjalan lancar. Sayangnya Iran mengumumkan kebenaran hanya beberapa hari setelah kejadian, dan mengacaukan seluruh rencana ini.

15. Sekarang, para mahasiswa pendemo memiliki slogan-slogan yang tidak lagi masuk akal (“Matilah Pembohong”) dan tidak bisa mendapat dukungan apapun dari mayoritas sesungguhnya rakyat Iran, yang justru menyaksikan bagaimana pemerintah mereka menunjukkan integritas besar di panggung global.

Baca: 5 Temuan Komite Penyelidikan Iran atas Jatuhnya Pesawat Ukraina

16. (Pengumuman) Ini adalah cara pertama di mana Iran menggagalkan rencana tersebut. Memang, tergantung pada berapa lama rencana ini telah dibuat, bahkan mungkin masuk akal untuk mengatakan bahwa berjuta-juta orang yang keluar untuk mengikuti upacara pemakaman Soleimani juga telah menggagalkan rencana itu jauh-jauh hari.

17. Cara kedua (atau ketiga) di mana rencana ini digagalkan berasal dari laporan Fars News tentang protes ini. Beberapa analis barat yang licik menggunakan laporan Fars untuk membuat narasi seolah-olah tanda perpecahan dalam jajaran Iran, dan menyusun cerita fantasi liar atas dasar itu.

18. Laporan Fars News yang memberitakan demonstrasi baru-baru ini di Iran, dimana pendemo merobek poster syahid Jenderal Soleimani.

19. Namun yang muncul alih-alih tanda perpecahan dalam jajaran politik / militer, siapa pun dengan otak setengah dapat memahami sebenarnya tentang apa laporan ini. Mengingat curahan emosi rakyat Iran atas kesyahidan Soleimani, siapapun yang mendengar tiba-tiba ada orang yang merobek posternya akan dengan cepat membenci orang-orang itu. SANGAT.

20. Jadi, bahkan jikapun ada tersisa kemungkinan bagi orang normal Iran untuk bergabung dengan protes ini, saat terungkap bahwa mereka (yang berdemo) merobek poster Soleimani, orang-orang itu  100%  akan lebih mungkin menentang dan memukul kepala para pengunjuk rasa ini  daripada harus  bergabung dengan mereka.

21. Dengan demikian, rencana AS tampaknya adalah:

      a. Menipu Iran hingga menjatuhkan pesawat (memanfaatkan kasus ini di kemudian hari).

      b. Memperkirakan Iran akan menyimpan rahasia kesalahannya.

      c. (Setelah waktu yang ditentukan) mengekspose kesalahan, kemudian menciptakan protes besar-besaran.

22. Bukti-bukti mengenai hal ini adalah:

      a. Aksi terkoordinasi gaya ‘Maidan’ ala Hongkong.

      b. Alasan yang tidak meyakinkan untuk demonstrasi.

      c. Slogan yang tidak pada tempatnya (“Mampuslah Pembohong”) mengingat kenyataan, konteks ini terlalu dipaksakan atas            Iran.

      d. Kehadiran duta besar Inggris di lokasi demo.

23. Maka rencana menggunakan taktik berbahaya ini, dan upaya terbaru (AS dkk) untuk menyingkirkan “masalah Iran” mereka tanpa harus berperang, digagalkan dalam tiga tahap:

  1. Jutaan orang berkabung atas Soleimani.
  2. Iran cepat mengakui kesalahan.
  3. Isolasi & eksposisi ‘pengunjuk rasa’.

24. Pukulan terakhir melawan rencana ini mungkin akan terjadi besok atau di hari-hari mendatang, jika demonstrasi pro-pemerintah terbentuk, bersikeras untuk lebih jauh membalas darah Soleimani dan bersikeras bahwa fokus tidak boleh bergeser jauh dari kejahatan yang mengarah pada kemartirannya.

25. Bagi saya, paling tidak, ini sepertinya urutan kejadian yang sangat masuk akal, didasarkan pada analisis saya sendiri untuk saat ini.

Seperti biasa, Amerika masih berusaha bermain catur dengan orang Persia, dan tidak bisa menang dalam hal itu maupun dalam perang. Sekian. (ARN)

Ikuti Update berita ArrahmahNews melalui link Telegram, Klik Join https://t.me/arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: