Internasional

Dikunjungi Macron, Mahmoud Abbas Minta Eropa Akui Negara Palestina dengan Ibukota Yerusalem

Dikunjungi Macron, Mahmoud Abbas Minta Eropa Akui Negara Palestina dengan Ibukota Yerusalem

Palestina – Menyambut kunjungan pemimpin Prancis, Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas memperbarui seruan agar Eropa mengakui Negara Palestina dengan Yerusalem Timur yang diduduki Israel al-Quds sebagai ibukotanya.

Abbas bertemu dengan Presiden Emmanuel Macron dari Perancis pada hari Rabu (23/01) di kota Ramallah, Tepi Barat, di mana keduanya membahas perkembangan terbaru dalam proses perdamaian dan urusan regional.

Abbas menyoroti peran Prancis dalam “menyelamatkan proses politik dari kebuntuan yang disebabkan oleh kekeras-kepalaan Israel”.

Baca Juga:

Ia menyatakan harapan bahwa Paris akan mengakui sebuah negara Palestina di jalur pra-1967 dengan Yerusalem Timur al-Quds sebagai ibukotanya.

“Kami berharap bahwa negara-negara Eropa yang percaya pada solusi dua negara, dan Perancis, akan mengakui Negara Palestina di sepanjang perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur [al-Quds] sebagai ibukotanya,” kata Abbas.

Pengakuan Palestina akan menjadi “jalan kebenaran untuk menyelamatkan solusi dua negara yang didukung Perancis dan Eropa dan akan memberikan harapan kepada rakyat kita bahwa mencapai perdamaian dan stabilitas adalah mungkin,” katanya.

Abbas juga mengatakan kepada Macron bahwa ia serius mengadakan pemilihan presiden dan parlemen baru.

Ia mendesak Prancis dan negara-negara Uni Eropa untuk menekan Israel agar mengizinkan penduduk Yerusalem Timur al-Quds untuk berpartisipasi dalam pemungutan suara.

Presiden Prancis, pada gilirannya, mengatakan bahwa Paris akan terus mendukung rakyat Palestina dalam membangun institusi dan ekonomi mereka.

Baca Juga:

Yerusalem al-Quds tetap menjadi jantung dari konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung beberapa dekade.

Palestina menginginkan Tepi Barat yang diduduki sebagai bagian dari negara merdeka mereka di masa depan, dan berharap bahwa Yerusalem Timur al-Quds yang berada di bawah pendudukan Israel sejak 1967, suatu hari akan berfungsi sebagai ibu kota negara berdaulat mereka di masa datang.

Namun, para pejabat Israel bersikeras mempertahankan pendudukan wilayah Palestina.

Israel menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur al-Quds selama Perang Enam Hari pada tahun 1967. Israel kemudian mencaplok Yerusalem Timur al-Quds dalam suatu langkah yang tidak diakui oleh masyarakat internasional.

Pada tanggal 6 Desember 2018, Presiden AS Donald Trump mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem al-Quds sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan AS di wilayah pendudukan dari Tel Aviv ke Yerusalem al-Quds.

Pada 21 Desember 2017, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa sangat memilih mendukung resolusi yang menyerukan AS untuk menarik pergeseran kebijakannya yang kontroversial itu. (ARN)

Ikuti Update berita klik Join Telegram ArrahmahNews

Iklan
Comments
To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });
%d blogger menyukai ini: