NewsTicker

Dina Sulaeman: Jangan Jadi Umat Minderan, Ayo Boikot Produk Zionis Israel

Dina Sulaeman: Jangan Jadi Umat Minderan, Ayo Boikot Produk Zionis Israel Boikot Produk Israel

Jakarta – Pengamat Timur Tengah Dina Sulaeman dalam akun fanpage facebooknya memberikan sebuah gambaran yang cukup gamblang terkait masalah boikot produk Zionis Israel.

Baru-baru ini beredar lagi tuh, tulisan ZSM (Zionis Sawo Mateng) yang mengejek kaum Muslim. Intinya, “Kalian Muslim ini sedemikian lemah dan bodoh; kalian itu berutang budi sama Yahudi, semua penermuan ilmu dan teknologi di dunia ini buatan Yahudi, jangan sok-sokan boikot Yahudi, ga mungkin!!”

Sebelum saya bahas, saya tegaskan dulu: tulisan ini saya tujukan untuk masyarakat Indonesia (baik Muslim dan nonMuslim) yang minderan (tapi non-ZSM) dan setuju dengan kalimat paragraf pertama itu. ZSM silahkan minggir, you are not welcome here.

Baca Juga:

Pertama, kalau dapat broadcast ejekan semacam itu yang seolah-olah pakai data (ada obat ini itu, yang bikin Yahudi, ada sekian penerima Nobel, Yahudi, dst), jangan langsung terperangah. Sangat banyak info/data yang disembunyikan disitu. Penemu dan ilmuwan di kalangan Muslim itu banyak kok, sangat banyak. Kalau ga terima Nobel, tidak berarti mereka tidak hebat.

Kedua, kepintaran saja tidak bisa membuat sebuah temuan menjadi mendunia. Kenyataannya, memang ekonomi negara-negara Muslim jauh lebih rendah dibanding negara Barat. Tapi jangan lupa, Barat mengakumulasi kekayaan amat sangat besar dari hasil penjajahan di negara-negara Muslim (era kolonialisme) serta hasil mengeruk kekayaan alam dan menjerumuskan negara-negara Muslim dalam utang (era pascakolonial).

Akumulasi modal yang sangat besar membuat Barat (diantara mereka ada orang-orang Yahudi, karena pemodal besar dunia memang kebanyakan Yahudi) mampu mengkapitalisasi karya-karya mereka. Misalnya, Zuckie, bikin FB. Kalau tidak ada modal raksasa, apa bisa sebesar sekarang? Apa orang Muslim atau Katolik yang pintar IT tidak bisa bikin medsos ala FB? Saya yakin bisa, tapi sulit membesar seperti FB bila kurang modal.

Kita kenal pak Habibie, Muslim yang taat, beliau bisa bikin pesawat. Kalau saja beliau diberi keleluasaan untuk mengembangkan industri pesawat, saya yakin, kita bisa jadi raksasa di industri penerbangan. Tapi, ketika masih ‘bayi’, calon raksasa ini dibunuh, baik lewat jebakan utang IMF (yang pemodal besarnya adalah negara-negara Barat yang akan tersaingi jika IPTN maju) maupun politik (Habibie dijegal oleh politisi Indonesia).

Baca Juga:

Kita tahu Iran punya saintis yang sangat hebat di bidang nuklir dan berbagai bidang sains lainnya. Tapi apa yang terjadi? Iran ditekan habis-habisan, baik oleh sesama Muslim (melalui isu “Syiah Sesat”) dan oleh Barat. Proyek nuklir Iran itu dihalang-halangi dengan alasan Iran “berpotensi” membuat senjata nuklir. Jadi, senjata nuklirnya tidak ada, belum ada, dan Iran menyatakan tidak akan ada (karena bertentangan dengan fiqih mereka: senjata pembunuh massal itu haram; karena korbannya massal, sementara perang dalam Islam itu harus ksatria, militer vs militer).

Demi mempertahankan proyek nuklir damainya (yang akan membuat Iran swasembada energi, tidak bergantung minyak, bahkan bisa menjadi eksportir energi listrik di kawasan), Iran harus mengalami kepahitan di embargo ekonomi, dikucilkan secara politik (dengan bantuan para “ulama” yang berfatwa Syiah Sesat Kafir), dan bahkan diperangi (lewat tangan ISIS).

Selain itu Barat melakukan politisasi sains. Ini yang saya bahas dalam tesis saya yang judulnya “hegemoni epistemic community”, bagaimana Barat atas nama sains memilih ilmuwan yang sejalan dengan kepentingan mereka, dan membungkam ilmuwan yang lain. Tapi kapan-kapan ajalah saya bahas.

Jadi, wahai kaum Muslim minderan, ketahuilah, secara gen kalian itu sama sekali tidak kurang dari Yahudi. Klaim Yahudi umat pilihan itu kan klaim mereka sendiri. Buktinya, Barat mengalami renaissance kan setelah belajar dari kaum Muslim. Kemajuan ilmuwan Barat (diantara mereka ada Yahudi) hari ini berhutang pada ilmuwan Muslim zaman dulu.

Tentu saja, kalau hanya menyombongkan diri dan menyebut-nyebut kejayaan Muslim di masa lampau, jelas salah kaprah. Tapi, minderan dan mengambil kesimpulan bahwa Muslim ga bisa berbuat apa-apa, juga jelas salah kaprah.

Selanjutnya, paragraf pertama di atas itu dibuat dalam tujuan mengejek kaum Muslim: ga usah coba-coba boikot Yahudi. Ini adalah narasi yang dikembangkan ZSM untuk membungkam perlawanan terhadap Israel.

Begini ya, saya jelaskan: aksi boikot yang diserukan oleh para pendukung Palestina yang rasional (non-kadrun) adalah BOIKOT PRODUK ZIONIS, bukan boikot YAHUDI.

Baca Juga:

Mengapa?

Karena kita, kubu pro-Palestina yang rasional ini, paham bedanya antara Zionis dan Yahudi. Kita ini tidak benci Yahudi, tapi sedang melawan penjajahan Zionis-Israel terhadap Palestina.

Kita yang rasional ini terdiri dari berbagai agama, dari berbagai bangsa. Bahkan yang lebih aktif melakukan tindak nyata memboikot produk Israel justru negara-negara Barat. Misalnya, Parlemen Irlandia bahkan menyepakati UU boikot produk Israel.

Apa sih tujuan AKSI BOIKOT ISRAEL? (bukan boikot YAHUDI, ya!)

Seruan boikot ditujukan untuk memboikot produk perusahaan Zionis Israel karena laba yang mereka dapatkan itu digunakan untuk membunuh, membombardir, mengusir, serta merampas dan menghancurkan rumah-rumah orang Palestina.

Aksi boikot internasional semacam ini pernah dilakukan melawan rezim Apartheid Afrika Selatan. Akibat boikot, rezim apartheid itu tumbang dan dibentuklah pemerintahan baru yang memberi hak setara pada semua ras. Tujuan aksi boikot Zionis juga agar rezim Zionis tumbang, lalu dibentuk pemerintahan baru yang bisa menegakkan keadilan dan tidak lagi melakukan kejahatan kepada orang Palestina.

Tapi, apa bisa kita memboikot Zionis? Bukankah banyak hal di sekitar kita produk Yahudi? Eits, ingat, bukan Yahudi, tapi ZIONIS. Jadi, cek dulu, apakah sebuah produk itu dibuat oleh perusahaan Israel atau perusahaan yang mengalirkan sebagian labanya kepada Israel? Bila ya, upayakan tidak pakai. Bila ada 10 produk, tapi kita cuma bisa menghindari 5, itu juga cukup. Usaha saja sebisanya. Perjuangan membela Palestina perlu dilakukan di semua lini, inilah salah satunya.

Apakah berdampak pada Israel?

Faktanya, langkah kecil dari kita ini ternyata bisa berdampak besar bagi ekonomi Israel. Israel mengalami kerugian sedikitnya 8 miliar dollar AS tahun 2013 akibat boikot tersebut. Aksi boikot terbesar dilakukan negara-negara Eropa, disusul Amerika Serikat. Pada Januari 2014, Israel sudah merugi 150 juta dollar AS akibat aksi boikot itu.Ekspor komoditas dari area permukiman Yahudi ke mancanegara menurun hingga 20 persen sepanjang tahun 2013. (Kompas, 24/2/2014).Pantesan, ZSM galak banget sama yang menyerukan boikot. Ya gak?. (ARN)

Sumber: Boikot Zionis, Emang Bisa?

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arramahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: