NewsTicker

Gerakan Al-Nujaba: Bangsa Irak akan Pilih Jalur Perlawanan jika AS Menolak Keluar

Gerakan Al-Nujaba: Bangsa Irak akan Pilih Jalur Perlawanan jika AS Menolak Keluar Nasser Al-Shammari, Wakil Sekretaris Jenderal Gerakan Hizbullah Al-Nujaba Irak, mengatakan dalam wawancara sebelumnya, 30 Desember 2019 di Mayadeen TV

Irak – Wakil sekretaris jenderal Gerakan al-Nujaba Irak mengatakan bahwa bangsa Irak harus memilih jalur perlawanan jika RUU parlemen yang menuntut penarikan semua pasukan militer asing yang dipimpin AS dari negara itu tidak dilaksanakan.

“Rakyat Irak harus memilih jalur perlawanan kecuali jika keputusan parlemen mengenai penarikan pasukan asing dilaksanakan,” kata Nasr al-Shammari dalam wawancara eksklusif dengan jaringan berita televisi televisi berbahasa Arab al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon, Selasa (14/01).

Baca juga:

Ia menambahkan bahwa keputusan untuk mengusir pasukan asing dari Irak tidak memerlukan mandat parlemen, yang menyatakan bahwa koalisi militer pimpinan AS memasuki Irak atas permintaan pemerintah Baghdad dan dapat dikeluarkan dengan surat dari pemerintah juga.

“Keputusan mengenai pengusiran pasukan asing dari Irak adalah satu-satunya keputusan yang diambil dari garis patahan sektarian. Seseorang yang berpikiran sehat tidak dapat menerima kehadiran negara asing yang memaksakan otoritasnya sendiri pada negara berdaulat. Jika mengeluarkan pasukan asing dari Irak itu butuh tebusan, maka kami menganggapnya sebagai suatu kehormatan bagi diri kami sendiri, anak-anak kami dan cucu-cucu kami,” ujar Shammari menekankan.

Ia kemudian mencatat bahwa semua faksi perlawanan Irak bersatu untuk mengakhiri kehadiran pasukan asing di negara itu, dengan mengatakan, “Amerika Serikat harus menghormati kedaulatan negara dan keputusan rakyat, serta mematuhi mereka.”

“Irak tidak akan menerima diperintah oleh negara mana pun. Setiap kegagalan untuk mengimplementasikan keputusan parlemen tentang penarikan pasukan asing akan memberikan lampu hijau untuk dimulainya operasi perlawanan,” tegas Shammari.

Pejabat Nujaba itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa Unit Mobilisasi Populer (PMU), lebih dikenal dengan kata Arab Hashd al-Sha’abi, telah menjadi lebih koheren dan solid setelah pembunuhan AS baru-baru ini atas komando kedua di komando PMU, Abu Mahdi al-Muhandis. (ARN)

Ikuti Update berita klik Join Telegram ArrahmahNews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: