Eropa

Guardian: Rincian Kunjungan Soleimani Bocor Sebelum Serangan

Guardian: Rincian Kunjungan Soleimani Bocor Sebelum Serangan

London  Laporan surat kabar Guardian Inggris, pada hari Minggu, mengungkapkan rincian pembunuhan jenderal Qassem Soleimani, dan menyatakan bahwa kunjungan terakhir telah bocor beberapa hari sebelum datang ke ibukota Baghdad.

Laporan itu menyatakan bahwa setelah pesawat yang membawa Soleimani dari Damaskus mendarat di Bandara Internasional Baghdad pada Jumat dini hari. Namun, Ia sempat hilang dari pelacak penerbangan komersial, hingga akhirnya terlihat dua mobil sedang menunggu untuk menyambut jenderal di pintu pesawat.

“Di landasan pacu, ada wajah yang dikenali, yaitu Abu Mahdi Al-Muhandis, rekan lama Soleimani, dan keduanya akan membahas berbagai masalah yang sangat mendesak, terutama protes anti-pemerintah dan situasi di Irak,” tambah laporan itu.

BacaVIDEO: Putri Qassem Soleimani Minta Sekjen Hizbullah Balas Pembunuhan Ayahnya

Laporan itu melanjutkan bahwa “Soleimani naik ke mobil pertama bersama Muhandis, kemudian mobil kedua mengikuti untuk mengawalnya. Mobil yang membawa Soleimani dan konvoi kecilnya kemudian menuju ke arah ujung landasan pacu. Tetapi yang tidak diketahui oleh para penumpang kedua mobil itu adalah bahwa rincian kunjungan Soleimani telah bocor beberapa hari yang lalu dan dipantau oleh pesawat drone MQ-9 AS yang langsung dibawah kendali Pentagon dan CIA.”

Sumber itu juga mengatakan, “Ketika mobil SUV bergerak di sepanjang dinding yang mengelilingi bandara, Drone menembakkan dua rudal ke mobil pertama yang membawa Soleimani dan Muhandis, hingga meledak, kemudian rudal ketiga menarget kendaraan kedua yang membawa para pengawal.”

Baca: Tehran: Jika AS Serang Iran, Haifa Israel Rata dengan Tanah

Laporan tersebut menyatakan bahwa “proses pembunuhan berlangsung terbatas, tetapi situasi saat ini berubah secara radikal dan membuat Timur Tengah bergolak serta membahayakan kehadiran Amerika di kawasan.”

Sementara itu, mantan kepala CIA dan mantan komandan militer AS di Irak, David Petraeus mengatakan, “Sulit untuk tidak melebih-lebihkan pentingnya peristiwa tersebut, dan saya percaya bahwa akan ada tanggapan mematikan terhadap Amerika di Irak, Suriah, dan kawasan.”

Baca: Muqtada Sadr: Kedubes AS Harus Ditutup, Pasukan AS Harus Diusir dengan Cara Memalukan

Mantan kepala CIA sementara di bawah kepemimpinan Obama, Michael Morrell, mengatakan akan ada serangan terhadap tentara dan warga sipil AS sebagai pembalasan,” dan menambahkan,” Saya pikir kita sekarang telah kehilangan harapan untuk menjaga Irak dari senjata Iran.” (ARN)

Iklan
Comments
To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });
%d blogger menyukai ini: