NewsTicker

HEBOH! F-35 Israel Bocorkan Lokasi Fasilitas Nuklir Rezim Zionis

TEL AVIV – Pesawat siluman F-35 Israel mengungkap lokasi fasilitas nuklir rezim Zionis ketika menyalakan sinyal transponder yang dapat dilihat oleh publik.

Jauh di gurun selatan Negev Israel terletak Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres, juga disebut reaktor Dimona, pusat penelitian nuklir dan program senjata Israel. Walaupun lokasinya tidak sepenuhnya rahasia, tidak mungkin bagi warga sipil untuk mendekatinya. Pasukan Pertahanan Israel bahkan diketahui menembak jatuh pesawat mereka sendiri ketika tidak memiliki izin untuk terbang di atas Dimona.

Namun, pesawat tempur siluman F-35 milik Angkatan Udara Israel “Adir” Fir-35I yang terbang di atas Dimona pada hari Senin tidak berisiko ditembak jatuh, pesawat itu melakukan aksi hantu selama sekitar 20 menit ketika menyalakan sinyal transponder yang dapat dilihat secara publik, hingga menyebabkannya muncul di radar sipil.

BacaLavrov Jawab Mitos F-35 AS yang Tidak Dapat Terdeteksi Radar

Menurut Ynet News Israel, Adir menggunakan sinyal “squawk” yang digunakan untuk mengkomunikasikan pesan-pesan vital tertentu pada frekuensi sipil Mode-S / ADS-B. Pada hari Senin, F-35 ini menyiarkan Squawk 7600, yang berarti “kesalahan transmisi”, kode Squawk lain yang umum digunakan adalah 7700, yang berarti “darurat,” dan 7500, yang berarti “pembajakan.”

Adir, menggunakan callsign F35LTNG2 dan kode hex transponder 738AD2, muncul selama sekitar 25 menit pada radar lokal serta situs pelacakan seperti FlightRadar24 dan ADS-B Exchange.

Seorang juru bicara IDF mengatakan kepada Jerusalem Post insiden itu terjadi “selama penerbangan latihan rutin di daerah pelatihan di Selatan,” dan menambahkan bahwa “kerusakan ditemukan di transponder pesawat” yang mengharuskannya untuk disiarkan secara publik.

“Untuk berkomunikasi dengan pesawat lain yang [berpartisipasi] dalam pelatihan, pilot mengaktifkan sistem deteksi pesawat sehingga pesawat lain akan dapat mengenalinya tanpa berkomunikasi dengan pilot,” kata juru bicara itu.

Seperti dicatat Ynet, melihat pesawat IAF pada radar sipil apalagi F-35 Adir yang tersembunyi, adalah “peristiwa luar biasa, karena Angkatan Udara Israel tidak pernah mengoperasikan alat transmisi yang tidak terenkripsi.”

Ironisnya, juru bicara IDF mengatakan yang sebaliknya, dan menjanjikan itu “bukan peristiwa yang luar biasa” dan bahwa “sistem pelacakan dioperasikan atas kebijakan pilot.”

Namun, yang lebih tidak lazim adalah bahwa sensor IDF mengizinkan gambar F-35, yang memasukkannya berputar-putar di atas fasilitas Dimona berulang kali, seperti yang dipublikasikan oleh blog The Aviationist.

BacaRusia: 6 Jet Tempur F-35 AS di Perbatasan Iran pada Saat Kecelakaan Pesawat Ukraina

Aviationist mengatakan bahwa di lain waktu IAF sengaja menyalakan transponder sipilnya untuk mengirim pesan, seperti pada 2018 ketika F-35 lainnya tiba-tiba terlihat di lepas pantai Lebanon, yang mungkin merupakan ancaman terselubung yang ditujukan kepada Hizbullah.

Demikian pula, pesawat AS yang berpatroli di Baghdad setelah pengepungan kedutaannya di sana pada akhir tahun lalu juga memungkinkan lokasi mereka dilihat oleh pelacak sipil, kata blog itu. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: