NewsTicker

Iran Kecam Kehadiran Militer Korea Selatan di Teluk Persia

Iran Kecam Kehadiran Militer Korea Selatan di Teluk Persia Teluk Persia

Tehran  Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keputusan Korea Selatan yang menyerah pada tekanan AS, dengan mengirim militer ke Teluk Persia. Iran mengingatkan Seoul bahwa Teheran tidak akan menerima kebijakan destruktif yang mendistorsi fakta geografis.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Mousavi, dalam tweet-nya dalam bahasa Persia dan Korea pada hari Selasa, mengecam Kementerian Pertahanan Korea Selatan karena merubah Teluk Persia dengan nama palsu.

Sebelumnya pada hari itu, Seoul mengumumkan keputusan untuk memperluas wilayah operasional unit anti-pembajakan dari Teluk Aden ke Teluk Oman dan “Teluk Arab-Persia”.

Baca Juga

“Berdasarkan pengetahuan dan pembenaran, Korea Selatan berusaha untuk mengirim pasukan militer ke wilayah tersebut ketika Kementerian Pertahanannya bahkan tidak tahu nama bersejarah Teluk Persia?” ujar Mousavi dalam tweet-nya. “Saling menghormati dan menerima kenyataan adalah dasar hubungan antara negara-negara beradab.”

Teluk Persia adalah rute perdagangan internasional yang menghubungkan Timur Tengah ke Afrika, India dan Cina. Ini disebut oleh para sejarawan dan teks-teks kuno sebagai “Persia” sejak Kekaisaran Achaemenid didirikan di tempat yang sekarang disebut Iran.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan telah memutuskan untuk “memperluas sementara” lingkup kegiatan unit Cheonghae yang beranggotakan 302 orang mengingat situasi saat ini di Timur Tengah, dan menambahkan bahwa Teheran telah diberi pengarahan tentang pengerahan itu.

Ia juga mencatat bahwa gugus tugas angkatan laut akan beroperasi secara terpisah dari koalisi militer pimpinan AS, yang telah dikerahkan ke perairan Teluk Persia dengan dalih melindungi jalur pelayaran.

Baca Juga:

Selama beberapa bulan terakhir, Amerika Serikat telah berusaha membujuk sekutunya ke dalam Konstruksi Keamanan Maritim Internasional, dengan klaim “keamanan” untuk pengiriman perdagangan di Selat Hormuz dan jalur pelayaran strategis Timur Tengah lainnya.

Pekan lalu, Duta Besar AS untuk Korea Selatan Harry Harris memperbarui seruan agar Seoul bergabung dalam misi angkatan laut di tengah ketegangan antara kedua sekutu mengenai kesepakatan pembagian biaya militer, yang gagal mereka perpanjang karena perbedaan yang belum terselesaikan.

Republik Islam Iran percaya bahwa aliansi semacam itu sebenarnya dimaksudkan untuk mengkonsolidasikan kehadiran militer tidak sah Barat di wilayah tersebut dan memicu ketidakamanan.

Pada hari Senin, Mousavi menggambarkan tindakan Korea Selatan sebagai hal yang tidak dapat diterima. “Pemerintah Korea telah memberi tahu kami bahwa mereka ingin mengirim sebagian armadanya di Aden ke wilayah (Teluk Persia) untuk melakukan patroli misi, tetapi di luar koalisi AS, dan kami telah memberi tahu mereka bahwa keputusan itu tidak dapat diterima.”

Dia menggarisbawahi bahwa keputusan seperti itu, jika diterapkan, akan sejalan dengan kebijakan adventurisme AS dan tidak sesuai dengan hubungan lama dan bersahabat antara Teheran dan Seoul. (ARN)

Ikuti Update berita klik Join Telegram ArrahmahNews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: