NewsTicker

Kecelakaan Pesawat Ukraina Disetting

Kecelakaan Pesawat Ukraina Disetting Lokasi Jatuhnya Pesawat Ukrainan di Iran

Iran – Video 19 detik yang diterbitkan oleh New York Times pekan lalu, menunjukkan saat misil Iran mengenai jet penumpang, telah mendorong banyak kecurigaan di media sosial. Muncul berbagai pertanyaan mengenai ketepatan waktu yang secara logika tidak mungkin, dan posisi merekam saat yang sangat tepat ketika pesawat terkena misil.

Selanjutnya, sistem pertahanan udara Iran dalam siaga tinggi yang memungkinkan melakukan serangan balasan ke pasukan AS. Beberapa laporan menunjukkan bahwa radar pertahanan Iran mendeteksi peringatan pesawat tempur musuh yang masuk dan rudal jelajah pada pagi hari tanggal 8 Januari. Tampaknya aneh mengapa pihak berwenang Iran tidak membatalkan semua penerbangan komersial dari Tehran selama periode itu. Mungkin karena pesawat sipil biasanya dapat dibedakan oleh radar dengan sinyal lain dari objek militer

Surat kabar itu memuat berita signkat pada 9 Januari, sehari setelah pesawat Ukraina dijatuhkan di dekat Tehran. Judulnya adalah “Video Menunjukkan Pesawat Ukraina Ditembak jatuh dari Iran”, 176 orang penumpang dan awak di dalamnya tewas. Dua hari kemudian, militer Iran mengakui bahwa salah satu unit pertahanan udaranya telah menembak ke arah pesawat dengan keyakinan yang salah bahwa itu adalah rudal jelajah musuh yang mengancam.

Baca Juga:

¬†“A smoking gun” adalah bagaimana jurnalis New York Times Christiaan Triebert menggambarkan video itu dalam cuitannya. Triebert bekerja di tim investigasi visual dalam surat kabar tersebut. Dalam tweet yang sama, ia mengucapkan terima kasih¬† atas “teriakan yang sangat besar” itu kepada warga negara Iran dengan nama Nariman Gharib, yang memberikan video tersebut kepada NY Times, dan videografer, yang katanya ingin tetap anonim”.

Videografer anonim itu adalah orang yang merekam 19 detik video yang memperlihatkan misil mengenai PS752 tak lama setelah lepas landas dari bandara Tehran Imam Khomenei sekitar pukul 06:15.

Orang ini, bisa tetap diam (santai) selama merekam tragedi yang harusnya mengerikan itu, ia justru merekam sambil merokok, (asap terlihat sebentar melayang di atas layar), berdiri di pinggiran kota Parand ke arah barat laut. Lokasinya diverifikasi oleh NY Times menggunakan data satelit.

Serangkaian kebetulan luar biasa dari sumber NYT itu  menimbulkan pertanyaan yang aneh tentang bagaimana sebuah video amatir itu bisa memiliki detil yang sangat cermat.

Tetapi pertanyaan besar yang diajukan banyak orang di media sosial adalah mengapa “videografer” ini berdiri di daerah industri terlantar di luar Tehran sekitar pukul enam pagi dengan mengarahkan kamera ponselnya ke sebuah sudut yang gelap. langit? Pesawat itu bahkan hampir tidak terlihat, namun orang yang mengamati langit itu memiliki kamera yang menyala dan siap untuk merekam sebuah peristiwa paling dramatis, beberapa detik sebelum peristiwa itu terjadi. Itu menunjukkan sang perekam sudah mengetahui hal itu sebelumnya.

Kemudian, mengingat bahwa perekam itu baru saja menyaksikan sesuatu yang mengerikan, maka semakin aneh bahwa ia bisa tenang dan tidak terguncang. Tidak ada ekspresi kaget yang terdengar atau bahkan sedikit pun kegelisahan.

Lebih lanjut, ternyata Nariman Gharib, pria yang menerima video dan diberikan kepada NYT, adalah seorang pembangkang anti-pemerintah Iran yang tidak tinggal di Iran. Dia dengan giat mempromosikan perubahan rezim dalam postingan-postingan media sosialnya.

Baca Juga:

Christiaan Triebert, pakar video NYT, yang berkolaborasi erat dengan Gharib untuk menyampaikan kisah itu dalam beberapa jam setelah kejadian, sebelumnya bekerja sebagai penyelidik senior di Bellingcat. Bellingcat menyebut dirinya sebuah proyek jurnalisme investigasi online independen, tetapi banyak kritikus menuduhnya sebagai media tambahan untuk intelijen militer Barat. Bellingcat telah menjadi pendukung besar narasi media yang merugikan pemerintah Rusia dan Suriah atas penembakan MH17 di Ukraina pada tahun 2014 dan serangan senjata kimia.

Dalam penembakan terbaru pesawat Ukraina di atas Tehran, hubungan yang erat antara seorang videografer anonim yang ditempatkan secara mencurigakan di lapangan, dan seorang pembangkang Iran yang hidup di luar negeri,  yang kemudian mendapatkan perhatian khusus dan respons dengan sangat cepat dari NYT, menunjukkan sebuah level baru orkestrasi, bukan untuk menuntun kita agar percaya sebuah urutan dari berbagai kejadian acak, lebih menyeramkan lagi, menunjukkan bahwa insiden yang mengerikan itu sudah direncanakan!

Tampaknya masuk akal untuk berspekulasi bahwa pada dini hari tanggal 8 Januari sebuah insiden bencana dibuat untuk terjadi. Penembakan terjadi hanya empat jam setelah Iran menyerang dua pangkalan militer AS di Irak. Serangan-serangan itu sebagai balas dendam atas pembunuhan pesawat tak berawak Amerika komandan militer Iran, Mayor Jenderal Qassem Soleimani pada 3 Januari 2020.

Selanjutnya, sistem pertahanan udara Iran dalam siaga tinggi yang memungkinkan melakukan serangan balasan ke pasukan AS. Beberapa laporan menunjukkan bahwa radar pertahanan Iran mendeteksi peringatan pesawat tempur musuh yang masuk dan rudal jelajah pada pagi hari tanggal 8 Januari. Tampaknya aneh mengapa pihak berwenang Iran tidak membatalkan semua penerbangan komersial dari Tehran selama periode itu. Mungkin karena pesawat sipil biasanya dapat dibedakan oleh radar dengan sinyal lain dari objek militer.

Namun, dengan teknologi peperangan elektronik (EW) yang telah dikembangkan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir, sangat mungkin bagi radar militer musuh untuk “terkecoh” oleh benda-benda “hantu”. Salah satu EW yang dikembangkan oleh Pentagon adalah Miniature Air-Launched Decoy (MALD) yang dapat membuat sinyal menipu pada sistem radar musuh megenai hulu ledak yang masuk.

Apa yang kita simpulkan adalah bahwa Amerika mengeksploitasi skenario ambang perang dimana mereka memancing sistem pertahanan udara Iran untuk menjadi pemicu. Ditengah ketegangan ini, serangan oleh EW pada radar militer Iran, secara teknis akan layak untuk mendistorsi data pesawat sipil sebagai target ofensif. Militer Iran telah mengklaim tragedi ini akibat salah tembak. Tampaknya masuk akal mengingat Pentagon terbiasa melakukan peperangan elektronik.

Baca Juga:

Kemungkinan lain, meskipun jahat, bahwa jalur penerbangan keluar dari Tehran sengaja ditempatkan pada posisi yang sangat berbahaya oleh alat perang elektronik Amerika. Seorang pria yang ditempatkan di lapangan mencari tahu jadwal penerbangan, waktu lalu sesuai jadwal, akan berada di lapangan untuk merekam tembakan misil setelah provokasi.

Direncanakannya penembakan akan menjelaskan mengapa intelijen Barat begitu cepat untuk dengan yakin menyatakan apa yang terjadi, bertentangan dengan klaim awal Iran tentang kegagalan teknis pesawat.

Bencana ini telah sangat merusak citra pemerintah Iran, baik di dalam negeri maupun di seluruh dunia. Protes meletus di Iran yang mengecam pihak berwenang dan Islamic Revolutionary Guards Corp karena “berbohong” tentang kecelakaan itu. Sebagian besar dari 176 korban adalah warga negara Iran. Kemarahan di jalanan dipicu oleh komentar publik dari para pemimpin Barat seperti Donald Trump, yang tidak diragukan lagi melihat keributan dan tuduhan sebagai kesempatan untuk mendorong lebih keras bagi perubahan rezim di Iran. (ARN)

Ikuti Update berita klik Join Telegram ArrahmahNews

Sumber: SputnikNews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: