Internasional

Khutbah Jum’at Fenomenal Pemimpin Revolusi Islam Iran

TEHRAN – Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Sayed Ali Khamenei dalam Khutbah Jumat (17/01/2020) di Teheran, memuji orang-orang Iran dan menggambarkan mereka sebagai orang-orang yang memiliki integritas dan kesabaran tinggi, mengenal nikmat, dimensinya, dan mengenal nilai dan kadar nikmat, serta merasakan tanggung jawab terhadap rahmat yang dianugerahkan kepada mereka oleh Allah SWT.

Ayatollah Khamenei juga menyatakan bahwa jutaan massa yang turun ke jalan-jalan di Iran dan Irak untuk memberikan penghormatan terakhir kepada para martir yang dibunuh oleh Amerika sebagai salah satu dari (Ayyamullah) hari-hari Allah. Kekuatan apa yang mendorong jutaan manusia ikut serta dalam prosesi pemakaman? Tentu ini, kekuatan ilahi yang berdiri di balik dimensi spiritual pada peristiwa-peristiwa tersebut.

BacaSeorang Hakim AS: Soleimani adalah Lawan Kuat ISIS

Ayatollah Khamenei menekankan bahwa hari-hari itu sudah berakhir tetapi pengaruhnya tetap akan ada dalam kehidupan manusia, mengingat bahwa rudal Iran yang menghantam pangkalan Amerika juga salah satu dari hari-hari Allah.

Dia menegaskan bahwa bangsa dengan kecintaan dan kesetiaan ini memperbarui baiat mereka kepada pendiri Revolusi Islam Iran al-Marhum Imam Khumaini, dan menekankan bahwa orang-orang Iran menyakini bahwa Allah bersama mereka.

Pemimpin Iran melanjutkan, Amerika menerima tamparan dari tangan kuat perlawanan, menunjukkan bahwa tamparan yang diarahkan oleh pasukan Pengawal Revolusi Islam terhadap Amerika merupakan pukulan terhadap keangkuhan dan kesombongannya, dan menekankan bahwa Angkatan Bersenjata Iran mempertahankan tempat-tempat suci dan menebusnya dengan nyawa di mana pun mereka berada, serta menegaskan bahwa kekuatan intelektual dari pasukan bersenjata kita adalah prinsip-prinsip ilahi.

Seperti yang ditekankan oleh pemimpin Revolusi Islam, Syahid Soleimani adalah salah satu pemimpin terkuat dalam perang melawan terorisme dan dia memerangi terorisme di seluruh kawasan, serta menekankan bahwa Zionis dan Presiden Amerika serta menteri luar negerinya menuduh Soleimani melakukan terorisme, tapi mereka tidak menghadapinya secara langsung, mereka membunuhnya secara diam-diam.

Martir Soleimani menjadikan nyawanya tebusan untuk Iran dan membela rakytanya, mengingat puluhan juta orang yang ikut serta dalam pemakaman martir Soleimani dan teman-temannya berasal dari berbagai daerah. Rakyat Iran telah membuktikan bahwa mereka mempertahankan garis jihad dengan berani dan berdiri di garis perlawanan.

Pemimpin Revolusi Islam menggambarkan pembunuhan Soleimani dan Al-Muhandis, sebagai sesutau yang memalukan bagi Amerika Serikat.

“Mereka secara diam-diam dan pengecut membunuh Jenderal Soleimani dengan cara teroris. Ini aib bagi Amerika,” kata Pemimpin kepada kerumunan besar jamaah shalat Jum’at di Teheran, dan menekankan bahwa rakyat Iran mempopulerkan para martir dengan jutaan pawai, seperti yang dilakukan orang-orang Irak di beberapa kota, serta menunjukkan bahwa orang-orang Iran yang menangis dan mnyerukan pembalasan menjadi bahan bakar untuk rudal-rudal yang menyerang pangkalan Amerika.

“ISIS” yang diciptakan oleh Amerika ditujukan bukan pada Irak dan Suriah saja, tetapi pada Iran, dan merupakan sasaran utama yang dituju. Namun, Amerika berbohong dengan mengatakan bahwa mereka mendukung rakyat Iran, yang jutaan orang berpartisipasi dalam pemakaman martir Soleimani.

BacaAmerika Akui Kehebatan Rudal Balistik Iran

Mengenai insiden jatuhnya pesawat Ukraina, pemimpin Revolusi Islam menyatakan “Hati kami sangat sedih karena musibah ini, dan saya sekali lagi menyatakan belasungkawa dan menganggap diri saya sebagai mitra pelipur lara bagi para korban kecelakaan pesawat.

Beliau juga menegaskan bahwa musuh senang dengan kecelakaan itu, dan berusaha meminta pertanggungjawaban Garda Revolusi Islam, mengingat media Amerika ingin rakyat Iran melupakan kesyahidan dua martir dan fokus pada kecelakaan itu. (ARN)

Ikuti Update berita klik Join Telegram ArrahmahNews

Iklan
Comments
To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });
%d blogger menyukai ini: