Internasional

Komandan IRGC: AS Hanya Mengerti Bahasa Kekerasan dan Sumber Kejahatan

Komandan IRGC: AS Hanya Mengerti Bahasa Kekerasan dan Sumber Kejahatan

Tehran  Republik Islam Iran harus berdiri tegak dihadapan musuh-musuhnya karena mereka hanya memahami bahasa kekerasan, kata komandan baru Pasukan Quds dari Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC).

“Musuh-musuh kita hanya mengerti bahasa kekerasan dan inilah sebabnya kita harus mempertahankan tanah kita dari mereka,” kata Brigadir Jenderal Ismaeil Qa’ani saat berbicara dalam upacara pelantikannya di Tehran, pada hari Senin (21/01).

Menggambarkan Amerika Serikat sebagai sumber kejahatan dan permusuhan terhadap Iran, komandan itu berkata, “Jika kita memenuhi tugas kita dengan cara yang tepat, semua ancaman dapat diubah menjadi peluang.”

Baca Juga:

Qa’ani ditunjuk oleh Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei sebagai komandan pasukan Quds yang baru setelah pembunuhan Letnan Jenderal Qassem Soleimani dan rekan-rekannya dalam serangan udara yang kejam dan pengecut di luar Bandara Internasional Baghdad.

Dalam pernyataan itu, Sayydi Ali menggambarkan Qa’ani sebagai salah satu komandan IRGC yang paling menonjol selama perang Iran-Irak, yang berlangsung delapan tahun mulai tahun 1980.

Qa’ani bertugas sebagai wakil komandan Pasukan Quds sebelum penunjukan baru pada hari Jumat.

Memperhatikan bahwa satu-satunya cara untuk mengatasi musuh adalah melalui ketabahan dan perlawanan, kepala baru Pasukan Quds IRGC mengatakan, “Jalan cerah yang dilalui Haji Qassem dengan kekuatan, dan akan berlanjut dengan kekuatan penuh.

Baca Juga:

Pada 3 Januari, Amerika Serikat membunuh Letnan Jenderal Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds IRGC, dan Abu Mahdi al-Muhandis, komandan kedua dari Mobilisasi Populer Irak (PMU), dan sekelompok rekan mereka di Baghdad. Operasi pengecut dilakukan di bawah arahan Presiden AS Donald Trump. Departemen Pertahanan AS bertanggung jawab atas pembunuhan itu.

Menekankan bahwa musuh-musuh membunuh Soleimani dengan cara pengecut, Qa’ani mengatakan “Mereka tidak cukup jantan untuk menghadapi Haji Qassem Soleimani di medan perang. Mereka membunuh komandan tingkat tinggi kami dengan cara yang paling pengecut, tetapi dengan rahmat Tuhan dan ketekunan semua pria gagah berani di seluruh dunia, kami akan menyerang balik musuh dengan cara jantan”.

Kedua komandan mendapat penghormatan luar biasa diantara negara-negara Muslim atas upayanya dalam pemberantasan kelompok teroris ISIS/Daesh Takfiri yang disponsori AS di wilayah tersebut, khususnya di Irak dan Suriah.(ARN)

Ikuti Update berita klik Join Telegram ArrahmahNews

Iklan
Comments
To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });
%d blogger menyukai ini: