Amerika Latin

Menlu Venezuela: Pembunuhan AS atas Soleimani Picu Ketidakstabilan Kawasan

Menlu Venezuela: Pembunuhan AS atas Soleimani Picu Ketidakstabilan di Kawasan

Venezuela – Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Alberto Arreaza Montserrat mengecam pembunuhan AS terhadap Komandan Pasukan Quds IRGC, Letnan Jenderal Qassem Soleimani, menekankan hal itu sebagai sebuah tindakan “berbahaya” yang memicu ketidakstabilan di kawasan.

“Pembunuhan AS atas Jenderal Soleimani adalah sebuah tindakan berbahaya,” kata Montserrat dalam konferensi pers di kedutaan besar Venezuela di Teheran pada hari Selasa (21/01).

Ia juga menghargai upaya yang dilakukan oleh Jenderal Soleimani dalam memerangi kelompok-kelompok teroris.

Baca: Venezuela Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Jenderal Soleimani

Ditanya tentang serangan rudal balasan Iran terhadap pangkalan AS di Irak dalam menanggapi pembunuhan Jenderal Soleimani, Montserrat mengatakan bahwa Iran harus mempertahankan kedaulatannya dan perdamaian internasional.

Ia juga mengecam AS untuk plot dan tindakan yang meningkatkan ketidakstabilan di kawasan tersebut.

Letnan Jenderal Qassem Soleimani dibunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS di Bandara Internasional Baghdad di Irak pada 3 Januari.

Baca: Rusia Tegaskan Pembunuhan AS atas Jendral Soleimani Ilegal dan Melanggar HAM

Abu Mahdi al-Muhandis, wakil komandan Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) Irak, atau Hashad al-Shaabi juga gugur dalam serangan udara yang sama. Keduanya tewas dalam serangan udara Amerika yang menargetkan kendaraan mereka di jalan menuju bandara.

Lima militer Iran dan lima militer Irak gugur oleh rudal yang ditembakkan oleh pesawat tak berawak AS di Bandara Internasional Baghdad.

Pada 8 Januari, Angkatan Udara IRGC memulai serangan rudal balistik besar-besaran ke pangkalan udara AS Ein Al-Assad di Irak Barat Daya dekat perbatasan dengan Suriah dan pangkalan udara yang dioperasikan AS di Erbil sebagai pembalasan atas pembunuhan AS terhadap Jenderal Soleimani yang dilakukan AS. (ARN)

Iklan
Comments
To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });
%d blogger menyukai ini: