NewsTicker

Netizen +62 Serang Anies Baswedan Soal Kejanggalan Lokasi Pemenang Tender Proyek Monas

Netizen +62 Serang Anies Baswedan Soal Kejanggalan Lokasi Pemenang Tender Proyek Monas Kejanggalan Revitalisasi Monas

Jakarta – Netizen +62 kembali geger terkait pemenang tender proyek penataan kawasan Monas yang dinilai janggal. Salah satunya adalah Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana kembali mengkritik Gubernur Anies Baswedan. Kali ini, William Aditya mengkritisi soal proyek penataan kawasan Monas.

Proyek tersebut memakan anggaran sebesar 71.3 Miliar Rupiah. Proyek tersebut dimenangkan oleh PT. Bahana Prima Nusantara, yang beralamat di Jalan Nusa Indah No 33, Ciracas, Jakarta Timur.

Baca Juga:

Anggota DPRD DKI Jakarta, William menelusuri alamat tersebut dengan menggunakan aplikasi google maps. Namun, ia menemui kejanggalan. Di dalam cuitannya yang diunggah pada hari Senin, 20 Januari 2020, ia meminta klarifikasi dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Proyek di Monas sampai 71.3 Miliar Rupiah tapi pemenang tender lokasinya pas dicek di google map kok di perkampungan begitu? Bisa dijelaskan pak gub @aniesbaswedan“.

Kali ini ia tidak menyoroti soal besarnya anggaran untuk proyek tersebut. Menurutnya, alamat yang dicantumkan oleh PT. Bahana Prima Nusantara sebagai pemenang lelang, tak masuk akal. Ia melakukan penelusuran melalui google maps, akan tetapi lokasi yang ia temukan berada di perkampungan.

Baca Juga:

Justin, salah satu lagi kader PSI juga ikut menyoroti hal ini, menurutnya Perusahaan Pemenang Tender Revitalisasi Monas senilai Rp 71,3 Miliar. PSI menyebut alamat PT Bahana Prima Nusantara yang memenangi tender tersebut sangat tidak meyakinkan.

“Pemprov @DKIJakarta lelang konstruksi Penataan Monas, nilai HPS Rp71,3 M. Pemenang: PT. Bahana Prima Nusantara Alamat: Jl. Nusa Indah No 33, Ciracas, Jaktim. Dicek di Google Map, lokasinya kurang meyakinkan nih,” cuit Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Justin Adrian Untayana melalui akun twitternya @JustinPsi, Senin (20/1).

Saat ditelusuri di www.lpse.jakarta.go.id, disebutkan Nama tendernya adalah Pelaksanaan Konstruksi Penataan Kawasan Monas dengan Satuan Kerja DInas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan. Disebutkan Harga Perkiraaan Satuan pekerjaan konstruksi ini adalah Rp 71.332.886.130,00.

Dalam unggahannya Justin juga menyertakan dua buah foto lokasi yang ditulis sebagai alamat Perusahaan pemenang tender tersebut yaitu di Jl. Nusa Indah No. 33 Rt 01 Rw 07 Ciracas Jakarta Timur -Jakarta Timur (Kota)- DKI Jakarta. Dalam dua foto tersebut, lokasi alamat yang ditulis merupakan area perkampungan warga padat penduduk dengan jalanan yang sempit.

Bukan hanya menyoroti lokasi PT yang tidak meyakinkan, Justin juga mempertanyakan jadwal lelang yang sangat mepet. “Selain itu, jika lihat jadwal lelang, waktunya mepet banget. Pengumuman lelang pada 11 Okt 2019. Kontrak dilakukan pada 8 Nov 2019. Ini anggaran single year. Artinya, batas akhir konstruksi adalah Des 2019. Tetapi sampai 20 Januari 2020 masih kerja. Apa dasar perpanjangan waktu utk kontraktor, @DKIJakarta?” sambung Justin. (OL-4).

Cuitan ini mendapatkan respons dari para netizen. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, atau Walhi juga mengkritik kebijakan tersebut. Pasalnya, saat ini Jakarta tengah membutuhkan udara bersih, tetapi pohon-pohon di Monas, malah ditebang-tebangi.

Akun twitter @dinarprasetyo Coba googling nama PT nya. Kayaknya perusahaan ini udah sering ikut tender pemerintah. Di tahun 2017 malah sempet bermasalah dan diusut Kejati Riau. Oktober kemarin sempet disinggung juga soal penataan Pantai Pangandaran. Coba ditelusuri lagi ‪@KPK_RI

(ARN)

Ikuti Update berita klik Join Telegram ArrahmahNews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: