NewsTicker

Pembalasan Pedih Iran, 10 Poin Penting dan Analisa Awal

Rudal Iran

Iran – Republik Islam Iran melakukannya lagi, tanpa sedikitpun kekhawatiran terhadap semua ancaman yang diluncurkan oleh Presiden AS Donald Trump setelah pembunuhan dua tokoh besar Qassem Suleimani dan Abu-Mahdi Al-Muhandis serta rekan-rekan mereka. Pembalasan yang tidak memakan waktu lama: Dipelajari dengan baik, langsung, keras, fokus, dan mengirim pesan “balas dendam pedih” langsung dari Iran tanpa meminta bantuan sekutu-sekutunya.

Satu lawan satu; tetapi serangan Iran dilancarkan setelah banyak ancaman dari AS. Serangan itu tidak brutal sebagaimana pembunuhan AS terhadap Suleimani dan teman-temannya. Selain itu, serangan Iran menargetkan Angkatan Darat AS secara langsung, dimana ini merupakan target militer yang sah, tidak seperti serangan terhadap Soleimani dan teman-temannya yang tidak berada di medan perang saat diserang.

Baca: Amini AS Bunuh Soleimani, Tehran Kecam Sekjen NATO

Tindakan Iran ini sendiri mencerminkan moralitas dalam respon, namun itu tidak berarti bahwa serangan di masa depan akan dilakukan Iran sesuai prinsip ini. Ini tergantung pada sifat perkembangannya.

Analisa dan Hasil Awal dari Serangan Rudal Iran ke Pangkalan AS

Berikut adalah beberapa catatan dan kesimpulan dari serangan balasan Rudal Iran ke pangkalan AS di Irak:

  1. Ketidakmampuan Sistem Pertahanan AS mencegat rudal Iran atau menargetkan mereka, padahal AS mengatakan bahwa mereka diberitahu akan ada peluncuran rudal dari Iran.
  2. Akurasi dalam menargetkan sasaran, yang terungkap dalam gambar-gambar yang beredar.
  3. Cepatnya serangan, karena terjadi langsung setelah pemakaman para martir.
  4. Orang-orang tidak bisa percaya pada kenyataan AS yang belum mengakui adanya korban sampai sekarang, dan pengakuan apapun akan memberi tekanan pada Administrasi Trump, yang lebih suka meyakinkan rakyat Amerika bahwa “semuanya berjalan dengan baik”. Tapi ia sendiri (Trump) menunda pernyataan yang rencananya dia berikan segera, salah satu tanda bahwa ia menghindari konfrontasi.
  5. Sudah jelas sekarang bahwa Trump yang semula dengan lantang mengancam untuk membalas setiap tanggapan Iran menggunakan “senjata AS” paling indah, lebih suka tetap diam demi keselamatan pangkalan-pangkalan AS lainnya di kawasan dan demi keselamatan “Israel” yang pada bagiannya ada pada urutan kedua dalam daftar pembalasan Iran jika AS kembali menyasar Iran.
  6. Iran membuktikan bahwa mereka bukan hanya berpidato dan mereka tidak takut ancaman. Setelah respon ini, Iran telah memperkuat kekuatan pertahanannya sehingga siapapun harus berpikir dua kali untuk menyerangnya di masa depan.
  7. Jika situasinya tidak berkembang (tidak ada balasan), ini akan mencerminkan posisi AS di antara sekutunya. Serangan Iran akan membalikkan posisi AS diantara negara sekutu.
  8. AS harus mempertimbangkan kembali lokasi pangkalan-pangkalannya di kawasan, khususnya di Irak, setelah mereka terkena rudal Iran.
  9. Respons ini akan memiliki dampak positif pada posisi Iran di kawasan dan pada masalah nuklir. Negosiasi seputar kekuatan balistiknya tidak lagi dipermasalahkan setelah terungkap, sekali lagi, bahwa itu adalah salah satu elemen pencegahan untuk mempertahankan tanah air dan kepentingannya.
  10. Posisi sekutu Iran dalam poros perlawanan menjadi lebih kuat setelah pembalasan rudal, terutama dalam menghadapi “Israel”. (ARN)

Ikuti Update berita Arrahmah News melalui link Telegram, Klik Join https://t.me/arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: