Amerika

PLIN-PLAN! Trump Sebut Tak Ingin Perang dengan Iran Pasca Ancaman Twitternya

PLIN-PLAN! Trump Sebut Tak Ingin Perang dengan Iran Pasca Ancaman Twitternya

Amerika  Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa (31/12) malam, membalik pernyataannya di hadapan wartawan bahwa ia tidak ingin perang dengan Iran, setelah sebelumnya di twitter dengan garang menuduh dan mengancam Iran menyusul protes keras rakyat Irak yang berlangsung di kedutaan AS di Baghdad.

“Apakah saya mau (perang dengan Iran)? Tidak, saya ingin kedamaian. Saya suka kedamaian. Dan Iran seharusnya ingin memiliki perdamaian lebih dari siapa pun. Jadi saya tidak melihat itu (perang) akan terjadi,” ujar Trump sebagaimana dikutip Reuters pada Rabu (01/01) saat ditanya wartawan di klub Mar-a-Lago di Florida tentang kemungkinan ketegangan yang berubah menjadi perang dengan Iran.

BacaDetik-detik Perang AS Vs Irak di Baghdad

Pernyataan damai Trump itu disampaikan hanya beberapa jam setelah pernyataan kerasnya di twitter, yang tanpa menawarkan bukti apa pun, menuduh Iran “mengatur serangan” terhadap kedutaan besar Amerika di Baghdad ketika ribuan warga Irak mengepung gedung itu untuk memprotes serangan udara ke markas Hashd al-Shaabi, dan pendudukan AS di wilayah tersebut.

“Iran membunuh seorang kontraktor Amerika, melukai banyak orang,” tulis Trump. “Kami merespons dengan keras, dan akan selalu. Sekarang Iran sedang menyusun serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Irak. Mereka akan bertanggung jawab penuh. Selain itu, kami berharap Irak menggunakan pasukannya untuk melindungi Kedutaan Besar, dan ini ancaman!”

Tweet Trump sangat mirip dengan respons Senator Marco Rubio (R-Fla.) Terhadap protes kedutaan. “Iran secara langsung bertanggung jawab untuk mengatur penyerbuan Kedutaan Besar AS di Irak dan harus bertanggung jawab atas hal itu dan keselamatan setiap orang Amerika yang bertugas di sana,” tweet Rubio, seorang pendukung lama perubahan rezim di Iran.

BacaDiserbu Ribuan Pendemo, Staf Kedubes AS di Baghdad Dievakuasi

Serangan udara AS terhadap sasaran di Irak dan Suriah pada hari Minggu menewaskan sedikitnya 25 pejuang Hashd al-Shaabi dan melukai puluhan lainnya. Sementara Pentagon dan Trump mengklaim Iran berada di belakang serangan roket ke pangkalan militer Irak pekan lalu yang menewaskan seorang kontraktor Amerika, Iran menolak tanggung jawab dan mengutuk serangan udara AS sebagai “contoh nyata terorisme.” (ARN)

Iklan
Comments
To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });
%d blogger menyukai ini: