NewsTicker

PM Irak: Pasukan AS Harus Pergi Pasca Keputusan Parlemen

Irak – Perdana menteri sementara Irak mengatakan bahwa AS harus menarik pasukannya dari negara itu, dan Amerika Serikat harus bekerja sama dengan Baghdad dalam menerapkan penarikan semua pasukan asing dari negara itu.

Adel Abdul-Mahdi membuat pernyataan ketika berbicara dengan duta besar AS Matthew Tueller, setelah anggota parlemen Irak dengan suara bulat menyetujui undang-undang yang menuntut penarikan semua pasukan militer asing yang dipimpin oleh Amerika Serikat dari negara tersebut.

Baca: Parlemen Irak Sahkan RUU Pengusiran Tentara AS

“Perdana menteri menekankan pentingnya kerja sama timbal balik dalam menerapkan penarikan pasukan asing, sesuai dengan resolusi parlemen Irak, dan untuk mengatur hubungan dengan Amerika Serikat pada landasan yang tepat,” kata kantor Abdul-Mahdi dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (06/01).

“Ia menekankan betapa berbahayanya situasi saat ini dan konsekuensinya, menambahkan bahwa Irak melakukan segala yang bisa untuk mencegah pecahnya perang terbuka.”

Pada hari Senin, Abdul-Mahdi juga berbicara dengan Kanselir Jerman Angela Merkel tentang resolusi parlemen Irak yang menyerukan semua pasukan asing untuk meninggalkan negara itu.

Baca: VIDEO: Teriakan “Tidak, Tidak Amerika!” Membahana di Aula Sidang Parlemen Irak

“Kanselir Jerman menyatakan dukungannya untuk keamanan dan stabilitas Irak, dan menyoroti pentingnya kerja sama yang berkelanjutan antara Irak dan negara-negara anggota Uni Eropa dalam memerangi terorisme,” bunyi pernyataan itu lebih lanjut.

Pemungutan suara parlemen Irak pada hari Minggu (05/01) diadakan sebagai tanggapan atas serangan udara Washington pada hari Jumat yang membunuh Letjen Iran Qassem Soleimani, dan komandan kedua dari Unit Mobilisasi Populer (PMU) Irak, Abu Mahdi al-Muhandis.

Baca: The Guardian: Pembunuhan Soleimani akan Picu Penarikan AS dari Irak

Pemungutan suara itu datang karena banyak tokoh Irak dan faksi-faksi parlementer telah lama menuntut penarikan pasukan AS dari negara itu, khususnya setelah serangkaian serangan udara yang pada pasukan PMU. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: