Breaking

Save The Children: Puluhan Anak Yaman Meninggal karena Epidemi Demam Berdarah

Save The Children: Puluhan Anak Yaman Meninggal karena Epidemi Demam Berdarah anak-anak yang menderita demam berdarah di Rumah Sakit Al-Jarrahi, Hodeidah, Yaman. Foto diambil 17 November 2019

Yaman – Sebuah kelompok advokasi anak mengatakan bahwa puluhan anak telah kehilangan nyawa mereka karena penyakit yang berhubungan dengan demam berdarah, memperingatkan munculnya epidemi di negara yang dilanda perang dimana sektor kesehatannya saat ini berada di ambang kehancuran total karena kampanye militer koalisi Saudi.

“Tujuh puluh delapan anak di bawah 16 tahun telah meninggal akibat wabah penyakit yang berhubungan dengan demam berdarah di Yaman, dengan lebih dari 52.000 kasus yang diduga tercatat di seluruh negeri,” kata Save the Children dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (14/01).

Baca juga:

Kelompok bantuan itu menambahkan bahwa hal ini “bisa menandakan dimulainya epidemi.”

Ia mencatat bahwa total 192 orang meninggal di Yaman tahun lalu karena penyakit yang berhubungan dengan demam berdarah, dan sebagian besar kasus dilaporkan di kota-kota pelabuhan Hodeidah serta Aden.

“Hodeidah memiliki tingkat kematian tertinggi kedua di negara itu dengan 62 kematian orang dewasa dan anak-anak pada tahun 2019. Kami belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya,” kata koordinator lapangan Save the Children di Yaman, Mariam Aldogani, kepada AFP.

“Lebih dari 40 staf kami termasuk keluarga mereka terkena demam,” ujar Aldogani, yang sedang dalam pemulihan dari demam berdarah, menambahkan.

Pada bulan November lalu, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengumumkan bahwa Yaman sudah bergulat dengan epidemi demam berdarah. (ARN)

Ikuti Update berita klik Join Telegram ArrahmahNews

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: