NewsTicker

Sebut Alquran dan Hadis Tak Haramkan Sabu, Oknum Ustadz Asal Madura Jadi Bandar

Konpers Kapolres Bangkalan

Bangkalan – Khamar dan segala macam jenisnya telah diharamkan secara jelas dan tegas dalam Alquran. Namun, obat-obatan terlarang seperti narkotika tak disebutkan dalam Alquran maupun hadis.

Hal ini menjadi tameng bagi beberapa orang untuk mengonsumsi narkotika, berdalil karena Alquran dan sunah tidak pernah menyinggung hal ini. Padahal, bahaya yang ditimbulkan jauh lebih besar daripada minuman keras. Bagaimanakah hukum syara memandang benda-benda terlarang tersebut?

Baca Juga:

Dalam Islam, narkotika dan obat-obatan terlarang, seperti ganja, heroin, sabu dan lainnya disebut dengan istilah mukhaddirat. Hukum mengonsumsi benda-benda ini, apapun bentuknya, telah disepakati keharamannya oleh para ulama. Tak ada satu pun ulama yang menyelisihkan keharaman mukahddirat tersebut.

Seorang oknum ustadz berinisial AM (46), warga Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, ditangkap polisi karena mengonsumsi narkoba jenis sabu selama 10 tahun dan juga sekaligus menjadi bandar penjualan barang haram tersebut.

Uniknya, AM merasa perbuatannya itu tidak melawan hukum. Kepada polisi, AM bersikukuh sabu halal dikonsumsi. Sebab, AM mengklaim, sepengetahuannya sebagai pemeluk agama Islam, tidak ada larangan mengonsumsi sabu dalam kitab suci Alquran.

“Tersangka ini berpandangan kalau mengisap sabu ini tak diharamkan,” kata Kapolres Bangkalan Ajun Komisaris Besar Rama Samtama Putra, Rabu (22/1/2020).

Baca Juga:

Rama menambahkan, sebelum berhasil ditangkap, AM sempat kabur selama 2 bulan. Hari Senin (20/1/2020), dia pulang ke Kwanyar untuk menghadiri pemakaman salah satu tokoh di Bangkalan.

Polisi yang sudah mengincar AM kemudian menangkapnya seusai prosesi pemakaman itu seusai.

“Tersangka sebelumnya kabur, dan berhasil kami amankan di Kwanyar seusai prosesi pemakaman itu,” kata Rama seperti diwartakan Beritajatim.com.

Baca Juga:

Tragisnya, kata Rama, AM sehari-hari dikenal sebagai ustaz. Dia juga mengajarkan pada santrinya bahwa sabu tersebut halal. Dia juga menyediakan sabu kepada santrinya yang ingin membeli.

“Saat dilakukan penangkapan, lalu kami geledah rumahnya ternyata juga masih ada seperangkat alat isab dan sisa sabu yang ia gunakan,” lanjutnya.

Tak sampai di situ, AM juga tetap bersikukuh atas pandangan sesatnya tersebut. Bahkan, saat dilakukan konferensi pers di depan sejumlah wartawan, ia tetap mengaku sabu tersebut legal.

“Saya tahu sabu memang dilarang digunakan oleh negara, namun saya tidak menemukan dalilnya di Alquran,” kata AM.

Akibat perbuatannya AM dijerat Pasal 114 subsider Pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia diancam hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. (ARN)

Ikuti Update berita klik Join Telegram ArrahmahNews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: