NewsTicker

Sekjen Hizbullah: Tentara AS akan Tinggalkan Kawasan dalam Peti-peti Mati

Sekjen Hizbullah: Tentara AS akan Tinggalkan Kawasan dalam Peti-peti Mati Sayyed Hassan Nasrallah berpidato di Beirut

Lebanon – Sekretaris jenderal gerakan perlawanan Libanon Hizbullah mengutuk keras pembunuhan Letnan Jenderal Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds Korps Pengawal Revolusi Islam, dan wakil komandan Unit Mobilisasi Rakyat Irak Abu Mahdi al-Muhandis, mengatakan bahwa Para prajurit dan perwira AS akan pulang ke rumah dengan peti mati sebagai pembalasan.

“Ketika peti mati prajurit dan perwira Amerika mulai diangkut … ke Amerika Serikat, (Presiden Donald) Trump dan pemerintahannya akan menyadari bahwa mereka telah benar-benar kehilangan kawasan dan akan kalah pemilu,” kata Sayyed Hassan Nasrallah dalam pidato yang disiarkan langsung dari ibu kota Lebanon, Beirut, ketika ia berbicara kepada para pendukungnya pada Minggu malam (05/01).

Baca: Hasan Nasrullah: Kematian Qassem Soleimani Kobarkan Semangat Pembalasan Perang Lawan AS

Nasrallah mengatakan bahwa respons terhadap pembunuhan Jenderal Soleimani bukan hanya tanggung jawab Iran, tetapi juga seluruh poros perlawanan.

Nasrallah menambahkan bahwa serangan terhadap pasukan militer AS di Timur Tengah akan menjadi “hukuman yang adil” untuk kejahatan tersebut, dengan mencatat pangkalan-pangkalan, kapal-kapal angkatan laut dan personil militer AS ke dalam daftar pembalasan.

Baca: Pemimpin Tertinggi Iran: Balasan Menyakitkan Menunggu Para Pembunuh Soleimani

Kepala Hizbullah tersebut lebih lanjut mencatat bahwa tindakan teror AS menandai dimulainya fase baru untuk seluruh Timur Tengah.

“Pembunuhan yang menargetkan Jenderal Soleimani dan Muhandis adalah permohonan untuk sebuah era baru bukan hanya untuk Irak atau Iran, tetapi untuk seluruh kawasan,” kata Nasrallah.

Baca: Iran Kibarkan Bendera Merah Simbol ‘Pembalasan’ atas Darah Qassem Soleimani

Pemimpin gerakan Hizbullah itu menambahkan bahwa dua komandan tinggi militer tersebut telah mencapai tujuan akhir mereka dengan merangkul syahadah, menyampaikan belasungkawa terdalamnya kepada keluarga mereka.

“Kemartiran Jenderal Soleimani dan Muhandi menandai sebuah kemenangan lain darah di atas pedang,” katanya. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: