NewsTicker

Setelah Bunuh Khashoggi, Kini Saudi Mata-matai Tunangannya

Hatice Cengiz tunangan Khashoggi

Arab Saudi – Otoritas intelijen Amerika memberi informasi kepada rekan-rekan mereka di Inggris mengenai rencana Arab Saudi untuk memata-matai Hatice Cengiz, tunangan Turki dari jurnalis Saudi Jamal Khashoggi yang dibunuh tahun lalu.

The Guardian melaporkan bahwa AS percaya Arab Saudi memiliki “ambisi dan niat” untuk memantau Cengiz, yang suaranya keras menuntut keadilan untuk Khashoggi, ditengah protes global atas pembunuhan brutalnya di konsulat Saudi di Istanbul.

Menurut laporan itu, tidak jelas apakah pengawasan terhadap Cengiz yang dimaksud adalah secara elektronik atau fisik, atau apakah itu berhasil atau tidak.

Baca: Komentar Pedas Mahathir: Tak Ada Perbedaan Antara Pembunuhan Soleimani dan Khashoggi

Laporan itu mengatakan bahwa laporan intelijen itu akan menyoroti keprihatinan para HAM yang telah lama berpendapat bahwa Saudi memata-matai dan mengintimidasi lawan serta kritikus dari Arab Saudi.

‘Perilaku melanggar hukum berlanjut’

“Arab Saudi sedang berusaha menutup seluruh masalah [Khashoggi], sehingga dapat dimengerti bahwa mereka akan mencoba memastikan bahwa suara dan advokasi Hatice terbatas,” ujar Hala Aldosari, seorang aktivis Saudi dan seorang teman di Massachusetts Institute of Teknologi (MIT). “Segala macam perilaku melanggar hukum masih terus berlanjut, tidak ada yang berubah,” katanya.

Khashoggi, mantan penasihat pengadilan kerajaan Saudi yang kemudian menjadi kritikus Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman, terbunuh setelah ia memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018 untuk mendapatkan beberapa dokumen untuk pernikahannya dengan Cengiz. Tubuhnya dipotong-potong oleh pasukan pembunuh Saudi.

Baca: Terbongkar! Konspirasi Kushner dan Putra Mahkota Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

Sebelumnya, kolumnis Washington Post David Ignatius menulis bahwa ada “laporan” bahwa Cengiz dan salah satu putra Khashoggi telah berada dalam pengawasan Saudi di London musim panas lalu.”

Menurut The Guardian, terungkapnya fakta Saudi memata-matai Cengiz memperkuat pandangan bahwa Riyadh memiliki “kebijakan negara” untuk memantau para pembangkang dan kritikus.

“Mereka menggunakan berbagai alat mata-mata sebagai hal yang biasa. Ini adalah kebijakan negara,” ujar Andrew Miller, seorang ahli Timur Tengah yang bertugas di pemerintahan Obama. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: