Amerika

Survey: 1 dari 4 Warga AS Setuju Trump Dituntut ke Mahkamah Internasional atas Pembunuhan Soleimani

Amerika Serikat – Sebuah jajak pendapat baru menunjukkan lebih dari seperempat warga Amerika percaya bahwa Presiden AS Donald Trump harus menghadapi tuntutan kejahatan perang di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas pembunuhan pada 3 Januari terhadap komandan Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran, Komandan Pasukan Quds, Jenderal Qasem Soleimani.

“Iran mengumumkan akan menuntut dakwaan kejahatan perang terhadap Presiden Donald Trump di Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag atas pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani. Apakah Anda setuju atau tidak setuju dengan tuduhan tersebut?” demikian jajak pendapat Business Insider baru-baru ini yang diberikan kepada total 1.083 responden Amerika.

Menurut outlet itu, total 27,4% dari mereka yang disurvei percaya bahwa Trump harus menghadapi pengadilan kejahatan perang di Den Haag.

Baca: Menlu Venezuela: Pembunuhan AS atas Soleimani Picu Ketidakstabilan Kawasan

Sebanyak 24,8% responden mengatakan mereka ” setuju atau tidak setuju” dengan pengadilan dan 12,2% menjawab “Saya tidak tahu.”

Jajak pendapat itu dilakukan setelah Gholamhossein Esmaeili, juru bicara pengadilan Iran, mengumumkan pemerintah berniat untuk “mengajukan tuntutan hukum di Republik Islam, Irak dan Pengadilan Den Haag terhadap militer dan pemerintah Amerika dan terhadap Trump,” dimana “Alasan paling tegas untuk menuduh seseorang adalah pengakuannya.”

Baca: Rusia Tegaskan Pembunuhan AS atas Jendral Soleimani Ilegal dan Melanggar HAM

Perlu dicatat bahwa AS tidak mengakui yurisdiksi ICC. Baru bulan lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengumumkan bahwa ia tidak mendukung keputusan ICC untuk meluncurkan penyelidikan terhadap dugaan kejahatan perang Israel. (ARN)

Iklan
Comments
To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });
%d blogger menyukai ini: