NewsTicker

Trump ‘Jagal’ Pahlawan Qassem Soleimani Sang Penumpas Teroris

Sang Shadow Commander

Jakarta – Gugurnya Komandan Quds Force Iran, Jenderal Qassem Soleimani (Shadow Commander), akibat serangan roket yang ditembakkan militer Amerika Serikat secara sengaja atas perintah Donald Trump telah mendapat pemberitaan yang cukup heboh di dunia. Baik media Barat maupun nasional.

Qassem Soleimani adalah pahlawan dan simbol perlawanan serta penumpasan ISIS dan gerakan terorisme di Timur Tengah (Timteng). Pembunuhan atasnya berarti pembunuhan pahlawan anti-terorisme oleh negara yang mengklaim polisi teroris dunia

Baca: Muqtada Sadr: Kedubes AS Harus Ditutup, Pasukan AS Harus Diusir dengan Cara Memalukan

4 hal tentang Qassem Soleimani

Pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani oleh Amerika Serikat (AS) adalah kejahatan luar biasa yang berisiko tinggi, sebab:

  1. Qassem Soleimani adalah pejabat resmi Iran, Jenderal Pasukan Quds (Garda Revolusi Iran), dibunuh saat lakukan kunjungan resmi ke Irak. Pembunuhan AS atasnya adalah kejahatan resmi negara atas negara lain.
  2. Qassem Soleimani adalah pahlawan dan simbol perlawanan serta penumpasan ISIS dan gerakan terorisme di Timur Tengah (Timteng). Pembunuhan atasnya berarti pembunuhan pahlawan anti-terorisme oleh negara yang mengklaim polisi teroris dunia.
  3. Qassem Soleimani bekerja untuk melawan penyelundupan besar narkoba dari Afghanistan ke Iran untuk hancurkan generasi muda. Pembunuhan atasnya adalah pembunuhan atas pahlawan anti-narkoba dan penjaga generasi muda.
  4. Qassem Soleimani adalah aktor utama yang diminta resmi oleh Pemerintah Irak, Suriah, dan Lebanon untuk bekerjasama menumpas teroris dan pemberontak di negara-negara tersebut. Qassem juga dekat dengan faksi-faksi politik resmi di negara-negara tersebut. Pembunuhan atasnya akan menyakiti hati pemerintah, faksi, dan rakyat negara-negara tersebut. Sehingga mengancam perdamaian dunia.

Trump adalah berita buruk bagi AS, demokrasi, dan perdamaian dunia.

Sehari pasca serangan roket ke Bandara Internasional Irak yang menewaskan Jenderal Besar Iran, dan pemimpin PMU Irak, rakyat Amerika di puluhan kota melancarkan aksi demonstrasi mengutuk langkah Trump menciptakan eskalasi baru yang memicu perang.

Protes itu menyusul pembunuhan Gedung Putih terhadap Jenderal Iran Qassem Soleimani  atas perintah Gedung Putih, yang dianggap banyak pihak sebagai provokasi perang dengan Iran. Sebagai tanggapan, koalisi anti-perang Act Now to Stop War and End Racism (ANSWER), mengorganisir protes di 70 lokasi berbeda di seluruh AS, termasuk di luar Gedung Putih dan Trump Tower.

Dalam sebuah pernyataan di situs web mereka, ANSWER mengatakan bahwa mereka berencana untuk “memprotes perang baru di Timur Tengah dan [menyeru] penarikan semua pasukan dan pangkalan AS di kawasan”.

“Untuk semua yang percaya pada perdamaian, untuk semua yang menentang perang bencana lain, sekarang adalah waktu untuk mengambil tindakan,” tulis mereka.

Meski kemudian Trump berdalih bahwa serangan udara itu dimaksudkan untuk menghentikan dan tidak memulai perang, serangan itu sudah terlanjur meningkatkan ketegangan.

Presiden Iran Hassan Rouhani berjanji untuk melakukan “pembalasan” pada AS atas pembunuhan Soleimani, yang memimpin Pasukan Quds dari Korps Pengawal Revolusi Islam, sementara Menteri Luar Negeri Javad Zarif mengatakan AS harus memikul “tanggung jawab atas semua konsekuensi” dari serangannya.

AS mengirim sekitar 3.000 tentara tambahan ke kawasan pada hari Jumat, tetapi mengatakan pengerahan pasukan itu bukan sebagai tanggapan atas serangan, tetapi terhadap penyerbuan Kedutaan Besar AS di Baghdad.

Pada hari Sabtu (04/01), pengunjuk rasa turun di jalan-jalan kota-kota besar AS, membawa rambu bertuliskan “No More War”, “Hands Off Iraq”, “No War With Iran” serta kecaman-kecaman untuk Trump.

Para pengunjuk rasa di Times Square New York menyanyikan nyanyian natal dan dentang cowbell, sementara lebih dari 100 orang berbaris di jalanan Minneapolis yang dipenuhi salju dengan plakat dan spanduk serupa. Di luar Gedung Putih, pengunjuk rasa meneriakkan “AS keluar dari Timur Tengah; Tidak ada keadilan, tidak ada kedamaian. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: