NewsTicker

Trump ‘Ngos-ngosan’ Saat Pidato Tanggapi Serangan Iran, Pengamat: Mungkin Kebanyakan Obat Penenang

Trump 'Ngos-ngosan' Saat Pidato Tanggapi Serangan Iran, Pengamat: Mungkin Kebanyakan Obat Penenang Ekspresi Trump Saat Pidato

Amerika Serikat – Presiden AS Donald Trump kembali mencuri perhatian netizen AS saat pidatonya menanggapi serangan Iran atas pangkalan udara negara itu di Irak, bukan hanya karena ternyata tanggapannya yang tak berani menjanjikan serangan militer dan mengulang retorika lama soal menjauhkan Iran dari memiliki senjata nuklir, tapi juga sikapnya yang berulangkali menghembuskan nafas dengan tersengal-sengal seperti sedang dalam kondisi sesak napas.

Sikap Trump  yang bernafas dengan tersengal saat pidato tanggapan itu diulas Media AS rawstory.com, karena mendapat perhatian khusus dari banyak netizen, menimbulkan pertanyaan apakah Trump baru saja meminum sejenis obat penenang atau semacamnya. Bisa dilihat video dibawah ini:

 

Menurut Rawstory.com, para pengamat dibuat salah fokus karena mau tak mau melihat sikap dan ungkapan Trump yang aneh.

Baca: Trump Balas Serangan Iran dengan Berikan Sanksi Baru

Pidato Presiden Donald Trump tentang situasi konflik dengan Iran menurut Raw Story juga tidak memberi ulasan awal yang kuat, itu karena dia lebih banyak menyalahkan mantan Presiden Barack Obama atas ketegangan yang terjadi saat ini dengan Tehran.

Meskipun Trump adalah orang yang melanggar kesepakatan kontrol senjata nuklir yang telah dinegosiasikan Barack Obama dan menerapkan kembali sanksi ekonomi yang keras terhadap Iran, ia tetap menyalahkan pendahulunya itu atas permusuhan baru-baru ini dengan Iran.

Baca: Tak Berani Janjikan Balik Serang Iran, Trump Obral Kemajuan Militer AS 

Namun, yang paling banyak mencuri perhatian adalah Donald Trump seperti menyampaikan ancaman kosong, dan terus-menerus menarik nafas pendek dan berat (red: tersengal) selama pidatonya, menimbulkan tanggapan lucu bahwa ia pasti telah terlalu banyak jumlah mengkonsumsi Adderall (sejenis obat penenang).

“Siapapun yang menyuntik Trump dengan sejumlah obat penenang kuda atau apa pun pagi ini untuk mencegahnya memulai Perang Dunia III, saya salut kepada Anda,” kata Rob Rousseau, seorang penulis dan musisi dari Montreal.

“Bagaimana dia bisa kehabisan nafas? Apakah dia joging disana?” ujar Kevin M. Kruse, analis dan Profesor Sejarah di Universitas Princeton Amerika.

“Kalian benar-benar bisa mendengarnya berusaha menjaga lidahnya tetap berada di mulut. Trump tidak baik-baik saja,” ujar Marie, seorang influencer.

“Trump terlihat & terdengar seperti dia kebanyakan mengkonsumis adderall. Dia tersenga-sengal, kata-katanya tidak jelas, secara robotis membaca kata-kata dari teleprompter. Kata-katanya tidak sopan, bertele-tele, tidak jelas. Tidak ada substansi atau detail. Masuknya Trump dipentaskan seperti pertunjukan cahaya. Kita mendapatkan teater murahan,” ujar Charles Campisi.

Baca: Trump Klaim Tak Ada Korban, Foto Satelit Perlihatkan Kerusakan Parah di Pangkalan yang Diserang Iran

“Saya tidak bermaksud kejam atau sarkastik tetapi dia tidak terdengar baik,” ujar Rick Wilson, seorang konsultan politik AS. (ARN)

Ikuti Update berita Arrahmah News melalui link Telegram, Klik Join https://t.me/arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: