NewsTicker

Tulsi Gabbard: Perang dengan Iran akan Membuat Perang di Irak dan Afghanistan terasa Seperti “Piknik”

Wawancara Tulsi Gabbard

Amerika Serikat – Menanggapi pembunuhan Jenderal Top Iran, Qassem Soleimani oleh Trump, kandidat presiden AS 2020 dari partai Republik Tulsi Gabbard mengatakan kepada Fox News pada Hari Senin (06/01) bahwa hal ini mungkin menandai dimulainya perang Timur Tengah yang akan membuat perang yang sudah mengerikan sebelumnya di kawasan hanya tampak seperti “piknik”.

Muncul dalam sebuah wawancara eksklusif pada program “The Story” Fox News, Gabbard mengecam Trump karena meningkatkan ketegangan di Timur Tengah dan mempertanyakan “tujuan” operasi pembunuhan komandan militer top Iran tersebut.

“Kita harus jujur mengenai situasi kita sekarang,” kata Gabbard.

Baca: Update Berita Iran-Irak, Rekam Jejak Hitam AS di Timur Tengah

“Melaju menuju perang habis-habisan dengan Iran akan membuat perang mengerikan yang selama ini kita lihat di Irak dan Afghanistan akan tampak seperti piknik,” tambahnya. “Akan jauh lebih mahal dalam kehidupan rakyat Amerika dan pembayar pajak dolar Amerika … [dan] semua ini untuk mencapai tujuan apa? Tujuan apa? Saya pikir itu benar-benar di inti pertanyaan mengenai keputusan yang dibuat Presiden Trump membuat untuk membunuh Soleimani”.

Para pejabat di Tehran menggambarkan serangan udara Baghdad yang menewaskan Soleimani sebagai “langkah yang sangat provokatif” yang bertujuan untuk meningkatkan ketegangan. Para pejabat Iran mengatakan mereka memiliki semua hak “di bawah hukum internasional untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam hal ini, khususnya dalam melaksanakan hak untuk membela diri.”

Baca: Pembunuhan Soleimani, Bunuh Diri AS di Timur Tengah

Pada hari Minggu, para pejabat Iran mengatakan negara itu tidak lagi akan mematuhi batas-batas perjanjian nuklir 2015 dengan kekuatan dunia. Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan itu pada 2018, sebuah keputusan yang disambut dengan kekecewaan oleh sekutu di PBB, di mana kesepakatan itu dikodifikasikan.

Tulsi mengecam penarikan Trump dari perjanjian nuklir karena mengkatalisasi meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, dan menuduh presiden mengabaikan “kepentingan keamanan nasional Amerika.”

Kandidat Presiden AS 2020 itu juga menanggapi ancaman pembalasan dari pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah, yang mengatakan pada hari Minggu bahwa tentara AS di Timur Tengah akan “pulang ke rumah dengan peti mati.”

Baca: Sekjen Hizbullah: Tentara AS akan Tinggalkan Kawasan dalam Peti-peti Mati

“Saya pikir pernyataan ini adalah penegasan lebih lanjut (bahwa) langkah yang diambil Trump ini merupakan eskalasi serius perang yang semakin membahayakan rakyat Amerika dan pasukan kita di kawasan,” katanya. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: