NewsTicker

VIDEO: Pendukung WikiLeaks Demo Diluar Penjara Belmarsh, Tuntut Pembebasan Julian Assange

VIDEO: Pendukung WikiLeaks Demo Diluar Penjara Belmarsh, Tuntut Pembebasan Julian Assange Julian Assange

Inggris – Pendukung pendiri Wikileaks, Julian Assange, dalam cuaca dingin, sejak dini hari Sabtu (25/01) kemarin berkumpul di luar penjara Belmarsh, sebuah penjara dengan keamanan tinggi di tenggara London. Mereka semua berkumpul untuk menyerukan kebebasan seorang pria yang mereka katakan berbicara untuk mereka semua, dan dihukum karena mengatakan kebenaran.

Wartawan berusia 48 tahun itu ditangkap pada April tahun lalu setelah ia diusir dari kedutaan Ekuador, tempat ia mencari suaka selama tujuh tahun. Kini ia terancam ekstradisi ke AS dengan tuduhan terkait kebocoran dokumen rahasia.

Baca Juga:

Hari ini, ada perkembangan baru, secercah harapan. Assange dipindahkan dari sel isolasi ke sayap medis penjara dengan tahanan lain. Joseph Farrell dari Wikileaks menggambarkannya sebagai kemenangan besar bagi tim hukum dan juru kampanye Assange. Tetapi kepedulian terhadap kesehatannya dan masa depannya muncul, dan video terbaru yang keluar dari penjara hanya mengkonfirmasi kekhawatiran ini.

Para pegiat mengatakan Assange seharusnya tidak berada di penjara sama sekali, bahwa ia adalah seorang penerbit dan jurnalis yang satu-satunya kejahatannya adalah jurnalisme, bahwa pihak-pihak yang ingin menghabisinya telah mengkriminalkannya karena ia membeberkan kejahatan perang mereka yang keterlaluan.

Baca Juga:

Kemungkinan kasus ekstradisinya yang akan disidangkan di pengadilan yang berdampingan dengan Belmarsh juga telah memicu kekhawatiran di antara mereka bahwa Assange mungkin tidak akan bisa mendapatkan persidangan yang adil.

Bungkamnya hampir seluruh saluran media arus utama juga secara langsung menjadi bukti. Warga Australia berusia 48 tahun itu ditahan di sebuah negara yang, menurut Reporters without Borders, adalah salah satu lingkungan terburuk bagi kebebasan pers di Eropa Barat.

AS terlempar ke dalam krisis diplomatik di seluruh dunia setelah situs whistle-blower milik Assange itu merilis 250.000 kabel rahasia pada 2010, di antaranya satu dokumen yang menunjukkan para pemimpin Arab secara pribadi mendesak AS untuk melakukan serangan udara ke Iran. Sepuluh tahun kemudian, pria yang berani menerbitkan bocoran itu masih di balik jeruji besi dan menghadapi sidang ekstradisi, yang menurut para pendukungnya adalah sandiwara. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: